Posted in Diary

Mengedit Hati. Parah.

lelah*SIGH*

…. ini adalah postingan kali kedua di mana segenap cerita dan kisah di dua minggu terakhir sungguh sukar didefinisikan. Ini bukan persoalan tentang seberapa kuat saya dalam menghadapinya. Bukan tentang seberapa jauh langkah yang saya lakukan untuk mengantisipasi. Atau tentang apakah saya jengah dan menyerah atas kondisi yang sangat tidak nyaman itu?

Tapi ini tentang ihwal kemanusiaan. Tentang rasa dan bagaimana saya menikmati setiap detik keperihan. Setiap jengkal ihwal kemunduran. Continue reading “Mengedit Hati. Parah.”