Hikayat Terbang ke Istanbul #TurkeyTrip

ImageAGENDA jalan-jalan saya di 2012 sudah ditetapkan pada akhir tahun lalu, yaitu kelak di awal September nanti – persis 9 hari berkeliling Osaka, Kyoto dan Tokyo. Itu saja. Tidak ada negara lain dalam daftar resolusi tahun ini. Cukup satu. Satu kali dalam setahun untuk liburan ke luar negeri sudah lebih dari sekedar rasa syukur.

Namun, keberangkatan saya ke Thailand di salah satu weekend di bulan Maret lalu, telah mematahkan rencana tersebut. Bersama simbok venus, kami menjemput keberuntungan dari sebuah kontes yang sering kali kami kutuki: lantaran tak pernah menang. Lalu dengan adanya kabar bahwa saya menjadi salah satu kandidat penerima Rotary Youth Leadership Award (RYLA) dari Rotaract Club Istanbul, genap turut melengkapi agenda jalan jalan saya di tahun ini!  Continue reading

Live Experience bersama XL Xplor

SESUAI dengan tagline blog saya: Social Butterfly, tentu saya ndak mungkin terlepas dari cerentang gemerlap media sosial berikut warna warni keriahaan kopdar sana-sini *dikebiri selebtwit*. Ya sampean harap maklum, self-claim sebagai social butterfly mengharuskan saya hinggap dari satu event ke event berikutnya. Dan berseliweran dari satu komunitas ke komunitas lainnya.

*udah eneg belum?* 😀

Anyway, satu dari sekian event yang saya datangi minggu lalu adalah press conference dan launching XL Xplor yang bertempat di Central Park, Jakarta pada Kamis (14/06) lalu.

Bersama rekan-rekan wartawan, blogger dan social media influencer lainnya, kita disuguhi makan siang bersama serta hiburan berupa alunan biola dari wece wece cakep khas ibu kota serta peragaan busana oleh model model ala Asia Barat. #halah.

Lalu, apa sih XL Xplor ini? Continue reading

Siapapun Dapat Menjadi Pendidik

TIDAK dapat dipungkiri bahwa citra seorang guru tidak terlepas dari profesi seseorang yang mengajar di dalam kelas, berinteraksi dengan murid di sekolah, serta tak jauh dari kegiatan belajar-mengajar yang ditetapkan oleh kurikulum pendidikan nasional. Profesi guru juga kerap dinomorduakan karena bukan merupakan profesi populer dan diidam-idamkan oleh banyak siswa.

Selain terdapat pandangan bahwa menjadi seorang guru hanya berkutat di dalam kelas, isu bahwa tingkat kesejahteraan guru kurang menjanjikan juga menjadi persoalan tersendiri bagi profesi ini. Maka jelas bahwa kondisi ini tentu terbentuk dari hasil kurikulum pendidikan di negara kita serta oleh apa yang tengah digambarkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat yang lebih luas. Lalu apakah ada yang salah dengan gambaran profesi pahlawan tanpa tanda jasa tersebut? Dan bagaimanakah perbedaan antara profesi guru dan sosok pendidik? Continue reading

Social Movement Festival 2: Culture Meets Technology

SEBAGAI bangsa yang besar Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang beraneka. Kebudayaan sebagai salah satu aspek kehidupan berbangsa juga menjadi faktor penting dalam membangun identitas nasional. Keragaman budaya tersebut tentu merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya mengingat Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terdiri dari berbagai suku, etnis, dan bahasa daerah. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada di daerah tersebut.

Fakta bahwa Indonesia memiliki potensi keragaman budaya hanya akan menjadi sejarah jika tidak diiringi dengan usaha pelestarian yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait, baik pemerintah maupun masyarakat. Untuk itulah Rotaract Semanggi Jakarta, komunitas anak muda yang memiliki concern terhadap sosial budaya mengadakan acara Social Movement Festival 2 pada Minggu (27/05) di At America, Pacific Place, Lantai 3, Jakarta Selatan. Dengan tema “Culture Meets Technology,” festival komunitas dan gerakan sosial ini merupakan kali kedua yang diadakan Rotaract Semanggi Jakarta. Continue reading