Posted in Diary, Indonesia, Travel

Waisak dan Keharmonisan Negeri

?????????????

SAYA ingin membincang tentang sebuah Maha Karya yang saya yakin teman-teman di sini sepakati. Sebuah karya agung masa lalu tentang kedigdayaan negeri ini. Tentang sebuah kreasi manusia Indonesia yang berjaya pada ratusan tahun yang lalu: The Miracle of Borobudur Temple!

Namun tidak seperti kebanyakan tulisan yang menceritakan kisah Borobudur sebagai sebuah bangunan bersejarah, melainkan sedikit pengalaman pertama saya pada perhelatan akbar tahunan yang berlangsung di sana: Upacara Waisak 2010. Kala di mana saat itu saya masih bekerja untuk sebuah organisasi pendidikan dan budaya, milik salahsatu konsorsium Australia, ACICIS (Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies) yang berlokasi di Yogyakarta. Continue reading “Waisak dan Keharmonisan Negeri”

Posted in Ads, Indonesia, Travel, Umum

Terangnya Philips Hampiri Alun-Alun Utara Jogja

becak-alun2-jogjaSAYA punya kisah sendiri tentang Jogja. Paling tidak panjangnya cukuplah dijadikan novel trilogi tentang sebuah romantisme anak Sumatera yang merantau ke tanah Jawa. Sebelum di 2011 saya hijrah ke ibukota, sekira hampir 7 tahun hidup saya dihabiskan di kota Gudeg itu. Dinamika kampus, kisah mahasiswa super dan payah, pekerjaan paruh waktu, hingga persoalan hati yang hingga kini tak jelas juntrungannya itu. #eh

Membincang ihwal Jogja memang tak pernah ada habisnya. Kota kreatif yang kerap menawarkan berbagai gelak tawa serta keramahannya, membuat siapapun yang pernah tinggal di sana akan merasa menjadi salahsatu manusia paling beruntung di dunia. Continue reading “Terangnya Philips Hampiri Alun-Alun Utara Jogja”

Posted in Indonesia, Travel, Umum

Mengandaikan Malioboro di Palembang

SAYA berani bertaruh tidak ada satu warga Palembang pun yang tidak pernah makan pempek. Pun demikian dengan gudeg, tak satupun warga Jogja yang paling tidak, pernah mencicipinya. Sementara suka atau tidak suka, itu urusan lain. Paling tidak mereka pernah mencoba. Toh selera seseorang tak selalu berbanding lurus dengan di mana ia bermukim, bukan?

Lalu sebenarnya, apa sih yang ingin saya utarakan melalui kedua jenis makanan tadi? Kelezatannya kah? Keunikan rasa bla bla bla? Atau sesuatu yang menyangkut sejarah?

Tidak sodara sodara. Ini bukan tentang cerita makanan atau selera lidah. Persoalan perut saya kira cukuplah diulas dan dibincang oleh Pak Bondan saja, si Bapak Maknyus di salah satu televisi swasta itu. Di sini, saya ingin membincang ihwal potensi wisata. Yang mungkin makanan tadi menjadi satu dari sekian unsur atraktif sebuah keunikan budaya dari sebuah kota. Kota Palembang dan kota Jogja yang menjadi pembandingnya. Continue reading “Mengandaikan Malioboro di Palembang”

Posted in Diary, Indonesia, Travel

Jakarta, Not that Bad Lah…


DUA
bulan lalu adalah momen paling dramatis dalam hidup saya. Momen ketika segenap energi terkuras habis karenanya. Pikiran, tenaga, hati, dan perasaan seakan berkonspirasi membajak diri saya untuk larut dalam memetakan prioritas hidup. Tak sia-sia memang. Akhirnya hidup di Jogja saya genapi selama 7 tahun saja.

Tepat di tengah April lalu saya pun hijrah ke ibu kota. Saya pikir 1,5 tahun bekerja di lembaga asing di Jogja sudah cukup menguatkan hati saya utnuk terjun ke sana. Menceburkan diri, dan ikut berenang bersama rekan rekan yg lebih dulu basah. Dan entah sampai kapan kita akan tiba di pulau kebahagiaan nantinya?

Sebetulnya keputusan ini merupakan plan B saya. Plan A yang gagal meluluskan saya untuk melanjutkan kuliah Master tahun ini saya paksakan untuk hijrah ke belantara beton itu. Tapi tak asal pindah, tentu keputusan meninggalkan Jogja harus dibayar dengan harga yang pantas di ibukota. Karena meninggalkan zona senyaman kota gudeg ini sungguh berat bukan kepalang. Ya, paling tidak pekerjaan baru tersebut sesuai dengan apa yang saya impikan. Sejalan dengan idealisme dan cukup mendukung pencapaian resolusi tahunan saya. Continue reading “Jakarta, Not that Bad Lah…”

Posted in Diary, Indonesia, Travel

Wonosobo Free Tour

IT was shocking me when I knew that we, cah andong, got invited to the launching event of Wonosobo blogger community. This was not my first time actually going to Wonosobo as I ever went there last year. Something made us-especially me excited- was accommodation fully provided for free. (banana dance).

The committee told us that, beside, the main point of the event was a launching event of Serayu Blogger Community (the official name of Wonosobo Blogger Community), most of the event was traveling around the town. Enjoying Wonosobo and all the beautiful views and interesting places offered. Then hey.. we five eventually decided to be a kind of delegation of CA and be a part of that event: me, Nico Wijaya, Alle, Gunawan, dan Iphan. Although on the second day, other four members also came: Paman Tyo, mas Iman Brotoseno, mas Zam, Chiw dan Sita.

Here we go….

Continue reading “Wonosobo Free Tour”