Posted in Ads, Diary, Teknologi, Travel

GrabHitch! Cara Sosial Mengurai Macetnya Ibukota

BALIK dari Amsterdam sekira 1,5 tahun yang lalu, saya melihat begitu banyak perubahan di ibukota Jakarta. Sudirman tak lagi sama, volume kendaraan menggila tiada tara, ruas jalan meluas menyempit tak beraturan, hingga kemacetan jalan yang sudah tak bisa dikira kira mereda kapan. Ya, dua tahun adalah waktu yang cukup untuk mengubah sebuah wajah ibukota. Kemacetan dua tahun lalu yang saya rasakan bukannya semakin membaik namun justru semakin gak jelas juntrungannya. Namun satu yang pasti, sebagai bagian dari warga Jakarta (insert nomor KTP here), kondisi macet yang makin merajalela ini adalah harga dari apa yang kita bayar untuk Jakarta yang jauh lebih baik hingga dua tahun ke depan. Kelak Jakarta dengan MRT dan LRT-nya akan mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara.

 

Continue reading “GrabHitch! Cara Sosial Mengurai Macetnya Ibukota”

Advertisements
Posted in Ads, Diary, Umum

Kesempatan yang Sama untuk Masa Depan yang Lebih Baik

BEBERAPA waktu lalu saya sempat menghadiri pertemuan tahunan alumni penerima beasiswa LPDP. Sekira lebih dari 1000 alumni LPDP dari berbagai angkatan baik lulusan dalam maupun luar negeri bersua di salah satu aula besar kompleks Kementerian Keuangan. Selain sebagai salah satu alumni, saya sendiri sempat menjadi salah satu narasumber di salah satu sesi rangkaian kegiatan tahunan tersebut. Membayangkan Indonesia 10 tahun kelak, pertemuan alumni ini setidaknya memberikan harapan bahwa mimpi menjadi bangsa yang lebih baik dan bermartabat bukan lagi sebuah keniscayaan.

Berbicara tentang pendidikan, saya sendiri merupakan produk dari sistem pendidikan kita yang konon katanya timpang dan sarat masalah. Tanpa bermaksud mengeneralisir, setidaknya saya sendiri melihat persoalan ini dari kacamata pribadi. Akses pendidikan berkualitas yang tidak merata serta infrastruktur yang juga masih memiliki PR panjang adalah sedikit dari rentetan potret pendidikan tanah air. Saya tidak ingin membahas kualitas pendidikan kita yang masih jauh panggang dari api, namun satu yang pasti adalah akses pendidikan berkualitas kita betul-betul hanya bisa dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat kita. Continue reading “Kesempatan yang Sama untuk Masa Depan yang Lebih Baik”