Peace Camp for Peace Generation

Regarding preparation for Peace Camp 2009, my friends and i involved in Peace Generation community held a special camp for new peace generation members who joined the latest peace camp on last January. The activity took place at, Wisma Srikandi, Kaliurang, Yogyakarta for 3 days (Friday-Sunday, November 21-23, 2008). About 30 members who joined in SCP (Student Camp for Peace 2002), PION (Peace In Our Neighborhood 2005), PIOS (feeling Peace In Our School 2007), and JPAR (Jogja Peace Amazing Race 2008) came to the camp. And I was the chairman of the camp. Not the real chairman actually, coz everyone fully helped me and had a particular role. Thx friends … 🙂

Those three days contented several activities like lecturing, game, bla bla bla. We learnt much about conflict management, conflict characteristics, the way how to facilitate people in a particular group discussion, and how to organize Peace Camp 2009. Continue reading

Juminten Bareng Cah Andong

SUDAH beberapa hari ini saya tidak pulang kos. Mulai dari numpang di kos teman, asrama PPSDMS, hingga kantor. Disamping disibukkan dg persoalan pelik Minggu lalu, juga ada beberapa pekerjaan yg nggak bisa diselesaikan sendirian. Dan semalam, saya numpang tidur  (lagi) di Manna Studio setelah sebelumnya makan bareng Tovic dan kongkow dg teman-teman blogger Cah Andong.

Sebenernya saya sudah cukup lama tahu dg komunitas blogger jogja ini. Yaitu ketika kali pertama saya bergabung dg komunitas blogger Palembang WongKito diseputaran April. Saya kemudian berpikir, pasti di Jogja komunitas blogger juga sudah sangat menggeliat. Saya searched on, then found it out. Tapi kali itu saya nggak bisa langsung gabung. Di samping karena saat itu saya masih Summer School di Canberra, Australia, saya juga nggak bisa mengikuti ritual Mingguan juminten sebagai gerbang awal untuk bergabung di komunitas ini. Continue reading

Dunia yang Butuh Indonesia

Sudah lama banget saya nggak posting artikel ato tulisan yg diunduh dari sumber lain. Well, kali ini ada tulisan menarik yg saya dapat dari salah satu milis yang saya ikuti.

INDONESIA doesnt need d world, but the world need INDONESIA

Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?). Beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

“Your country is so rich!”

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

“Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia ” Continue reading