Posted in Aussie

Last weekend of Togetherness of Four Nations

Thursday, 29 May 08

After last week watching “What Happen in Vegas” in Dendi Cinema in Civic, we went to the same Cinema for watching “Indiana Jones”. Me (absolutely Indo), Aimal (Afghan), Mary (Iranian), Timothee (Switzerland), and Genia (Indo) were like a big family watched together and were like…the cinema was belong to us only..because only us were laughing or chatting loudly inside the cinema. (actually it was not really loud..only Mary..hahaha..). 

Mary and me were like..really bored . We didn’t enjoy the movie, it was really bad choice…hoho..who choose this movie??!!! Hahahaha..it must be Aimal..haha..the oldest bro..Mary was right..it was better for me to work than stay there and forced my self to watch this stupid movie..hahaha… 

Anyway, it was really nice..we were together in the last time..coz Tim will be back to Swiss soon next week. So, this week is our last week. We’ll miss you Tim!! wish u’ll be a good doctor there, and then we’ll come to you for checking up our health for free..hahahaha…specially on our eyes!! 😛

Posted in Aussie

Official Program

Thursday, 29 May 08

Yesterday, I came to the ceremony of official program of UCELI and Faculty of Education of University of Canberra. It was really  nice after knowing that I and Mayumi (Japanese student) were representative of the class. Not all students were invited, so it made me like crazy..ha..ha.. (ge er amat yak!! wkwkwk).

There was refreshment provided. I just took orange juice. And most people absolutely drank wine or alcohol drinks. There were many important people inside the hall. They were Professor Carole, Cassandra Hampton, Doctor Trish, and Alison Davies. And you know, only two student’s name which were mentioned by Alison Davies. And one of them was me!! Haha..as Peace Scholar… (narsis amat..wkwkwk).

Posted in Aussie

Bad Night

Wednesday, May 28, 2008

One message delivered on my cellphone last night. O, it was my sister in Indonesia. “Bisa telepon balik?Cek ada perlu.” And then I was thinking, it must be a big problem. She never sent the message like that before.

And yeah… I had to go out for public phone which was not far from my apartment. Last night was really really cold. After an hour i was talking with her.. it was like… you know…the world was like broken. I had no idea what to do then. The news was really bad…

Oh God!! What should i do for helping my family. What should i do for making them happy!!

And then I just slept because of that sadness.

Posted in Aussie

100 Tahun Harkitnas: Jalan ke the Black Mountain Tower – Canberra

Minggu, 25 Mei 2008

Berawal dari ide, akhirnya obrolan untuk mengadakan kegiatan Jalan Santai di milis Petualang terwujud juga. Kemarin Minggu (25/05), komunitas Petualang-Canberra yang digawangi oleh mas Teddy Mantoro, PPIA-ACT yang diketuai mas Fauzie, serta pihak KBRI yang diwakili oleh mas Dino Kusnadi sukses mengadakan jalan santai bersama dari Australian National Botanical Garden ke the Black Mountain Tower – Canberra.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari seratus orang peserta yang terdiri dari mahasiswa, staf KBRI, dan seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di Canberra ini berlangsung dari pukul 08.00 s.d 13.00 siang waktu setempat. “Kegiatan ini sangat positif untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan berkontribusi terhadap semangat Harkitnas di tanah air,” ujar ibu Lastri Thayeb yang secara resmi melepas rombongan pertama sekaligus mewakili Pak Dubes, Bapak TM Hamzah Thayeb yang tengah berada di Darwin. 

Di akhir acara, Pak Yoni mendapat voucher dari Yayasan Mandalawangi sebagai peserta ke-100 yang mencapai puncak the Black Mountain, sementara Pak Amin Somad mendapat voucher karena berhasil mencapai puncak di usia yang ke tujuh puluh sekaligus yang tertua di antara semua peserta.

Posted in Aussie

Jualan Puding di Indonesia Multiculture Festival

18 Mei 2008

Hari ini (Minggu) barusan saya ikut acara Festival Budaya Indonesia yang diadakan oleh komunitas masyarakat Indonesia yg tinggal di Quenbiyan, New South Wales. Acara yg diketuain oleh mas Sandra Erawanto ini berlangsung sekitar 4 jam lebih (11am-3pm) dan penuh dengan rangkaian kegiatan menarik seperti tari-tarian tradisional Indonesia, masakan khas Indonesia, dan pajangan pernak-pernik cinderamata. Selain Pak Dubes kita, acara ini juga dihadiri oleh pemerintah lokal setempat, dan sambutannya sangat antusias.

Nah, selama acara ini, saya yg awalnya berencana jaga stand kartu telepon Mandalawangi sekaligus stand untuk Jalan Santai tgl 25 Mei nanti, malah beralih tugas menjadi pedagang Continue reading “Jualan Puding di Indonesia Multiculture Festival”

Posted in Aussie

Mimpi adalah Kenyataan Pertama

17 Mei 2008

Setelah pulang dari sebuah acara religi di kampus ANU. Saya mendapat kalimat ini: “Mimpi itu adalah kenyataan pertama. Kenyataan itu sendiri adalah kenyataan kedua. Bahkan mimpi yg rendah adalah sebuah kejahatan.”

Jadi, marilah bermimpi. Energinya luar biasa, Kata Paulo Coelho (dalam Al Kemis), ketika kita memiliki keyakinan akan mimpi, maka semua energi alam semesta akan membantu kita untuk mewujudkannya. Dan, saya mengalaminya di sini. Terimakasih Allah.

Sekarang, beberapa mimpi saya telah terwujud (walopun sebelumnya gak pernah kebayang sih, maksudnya saking gak mungkinnya, jd gak berani bermimpi..hehe ): udah ngerasain kuliah di negeri orang, bisa ngirim uang ke rumah, punya beberapa gadget, dan terakhir, bisa menghajikan ibu. Masya Allah..itu benar-benar indah, skenario Allah gak bakalan bisa kita tebak. Lalu saya Continue reading “Mimpi adalah Kenyataan Pertama”

Posted in Aussie

Haji Ibuku

“Yo mpik, udah tadi didaftarke, insya Allah 2011”. Kira-kira itulah is sms yang datang dari mbkku di Palembang. Alhamdulillah cita-citaku terkabul juga, bisa menghajikan ibu tercinta. Well, bahagianya ta k terkira hingga. Walaupun kebagian jatah 2011, saya hanya bisa berdoa semoga beliau diberi kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan rukun Islam kelima itu. Maklum, usianya saat ni saja udah 62, berarti 2011 nanti beliau akan berhaji di usia 65.

Semoga kalo saya dapat rejeki lagi, mungkin bisa menemaninya selama berhaji. Tapi untuk saat ini alokasi dana tidak memungkinkan jika saya berangkat bersamanya.

Pulang dari kerja saya hanya bisa bersyukur dan mengucap hamdallah. Cita-cita semasa kecil itu terkabul juga. Walopun ayah telah tiada, kini saya bisa membahagiakan ibu dan keluarga di rumah. Kerja keras selama di negeri orang akhirnya berbuah kenikmatan yg tiada tara. Kepuasan batin yg tidak bisa tergantikan oleh apapun. Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan kesempatanku untuk berarti..walopun saya tahu itu belum apa-apa dibandingkan kasih sayangnya sebagai ibu terhadap anaknya. Ayo berniatlah teman-teman…….Chayyooo!!!