Posted in Press

Indonesia Belum Merdeka

Hari itu kami menghabiskan energi dengan berjalan sekira 15 km, setelah sebelumnya mobil kami berhenti di kantor Kecamatan Cibalong, Kabupatenb Garut, Jawa Barat . Dengan kondisi topografi yang mengerikan, kondisi tanah lempung yang seringkali menghiasi sepatu-sepatu kami. Jembatan gantung yang alasnya hanya terbuat dari anyaman bambu yang dibuat setengah hati.

Fasilitas listrik belum ada dan sinyal telepon seluler tampaknya hanya dikuasai oleh satu provider saja. Jamban di mana kami mandi sekaligus bersuci bernaung di atas kolam ikan yang ikannya sering kali jadi lauk di pagi hari.Butuh 2 km untuk mencapai satu-satunya SD untuk sekedar belajar Bahasa Indonesia. Dan lagi-lagi, butuh kaos yang berkeringat dengan kondisi topografi laiknya soundtrack kartun Ninja Hatori: mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudera. Dan kami, harus menikmati itu sebagai bagian dari kegiatan Renungan Kebangsaan dan Resonansi Bhineka Tunggal Ika tahun 2007.
Kegiatan yang diadakan oleh Racana Padjajaran Unversitas Padjajaran dan Alumni Pelayaran Kebangsaan Mahasiswa Indonesia Jawa Barat ini berlangsung pada 5-12 Mai 2007 yang bertempat di tiga lokasi sekaligus, yaitu Lemdikada Jawa Barat Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor, Kampus Jatinangor Universitas Padjajaran, dan Desa Mekarmukti Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Jawa Barat. Untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini Pramuka UGM mengirimkan Duta Racananya, Ketua Racana Gadjah Mada, Kakak M Solihin Fikri, D dan Anggota Dewan Racana Racana Tribhuwanatunggadewi, Kakak Septiana Nurma Wijayanti, D.
Diikuti oleh sekira 50 orang peserta dan panitia, kegiatan tersebut berjalan dengan lancar walaupun terdapat bebrapa kendala. Tiga hari pertama (5-7/05) dijejali dengan berbagai materi seputar permasalahan kebangsaan meliputi Kesejahteraan Rakyat, Kebijakan Pemerintah, Gender, Lingkungan Hidup, Peran Pemuda dalam Mengatasi Permasalahan Bangsa, serta Wawasan Kebangsaan. Materi-materi tersebut disampaikan oleh LSM-LSM terkait, Pemerintah Daerah Jawa Barat, pihak Rektorat Universitas Padjajaran, Kementrian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi.
Lima hari terakhir (8-12/05) kami habiskan dengan perjalanan dan kegiatan di Desa Mekarmukti, Cibalong, Garut, Jawa Barat. Selama pengabdian masyarakat di sana, banyak hal yang didapat oleh peserta dan panitia. Kondisi sarana transportasi dan jaringan Komunikasi yang sangat memrihatinkan membuat masyarakat di sana terisolasi. Belum lagi jika melihat kondisi jalan yang saya gambarkan di awal tulisan ini. Penuh perjuangan untuk sekedar mobilisasi dari satu rumah ke rumah lainnya. Dan yang paling utama dari sekian permaslahan yang ada adalah belum terjamahnya desa tersebut dengan fasilitas listrik. “Walaupun Indonesia sudah merdeka selama 61 tahun, kami di sini merasa belum merdeka. Listrik saja belum bisa kami rasakan disini,” keluh salah satu perintis Desa, Pak Endang, dengan logat Sunda-nya.
Selama berada di sana, semua peserta di sebar menginap di rumah penduduk. Tiap dua orang peserta menginap di satu rumah penduduk. Dengan pengondisian seperti ini, diharapkan peserta mampu bersosialisasi dan dapat mengubah pola pikir masyarakat melalui pendekatan interpersonal. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain berbagai penyuluhan tentang pertanian, peternakan, dan kesehatan. Pembangunan MCK sehat, pengajian dengan Bapak-bapak dan Ibu-Ibu Masjid, mengajar adik-adik di SD Mekarmukti IV, dan pemeriksaan Kesehatan Gratis yang kesemuanya berpusat di Balai Desa. Di malam terakhir kegiatan diramaikan dengan sajian seni tradisional Silat dan Kasidah yang dibawakan oleh pemuda dan anak-anak setempat. “Sambutan masyarakat di sini sungguh membuat saya terharu. Mereka rela menempuh jalan yang berbukit-bukit dalam keadaan gelap untuk mengikuti malam pamitan ini,” ujar Lia, salah satu peserta dari Riau.

Advertisements

Author:

He calls himself a simple social butterfly as he frequently engages in social media such as blogs and micro blogging. Indonesian living in Amsterdam.

One thought on “Indonesia Belum Merdeka

  1. wih….. baru inget tentang RKRBTI lg nic yang udh hampir 2 th b’lalu, pas coba cari2 ketemu dec 1 tulisan tentang RKRBTI ini. walhasil, jd kangen lagi ma kegiatannya. thanks for tulisannya. n’ ternyata benar kawan, indonesia belumlah merdeka, meski waktu terus berjalan, tapi kodisi seperti yang di gambarkan di atas masih tetap ada, masih banyak lagi desa- desa cibalong lainnya.
    we’ll fight for it.
    all in all, warga yang ramah, suasana alam yang asri, n’ perjuangan atas sebuah kehidupan yang tertutupi oleh bukit-bukit adalah pembelajaran yang berharga.

Komen dong kakak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s