Posted in Umum

Sahabat, Teman, dan Kawan

I have friends in overalls whose friendship I would not swap
for the favor of the kings of the world. ~Thomas A. Edison

But if the while I think on thee, dear friend,
All losses are restored and sorrows end.~William Shakespeare

MEMILIH teman terdekat di sebuah kelas yang hanya diduduki seminggu sekali rasanya sukar sungguh. Apalagi jika merujuk pada pengertian seorang teman menurut dua orang besar di atas. Sementara mata kuliah Psikologi Komunikasi hanya berlangsung efektif seratus menit. Atau kalau mau dipaksakan, yang terjadi adalah keterpaksaan yang dipaksa-paksakan. Atau yang paling memungkinkan, bukan mata kuliah ini yang membuat kami berteman dekat, tapi karena sudah hampir sekian semester belajar di kampus ini.
Saya menyebutnya Aurora, dengan huruf R yang terdengar tertahan di tenggorokan. Tidak jelas, seperti pelafazan bahasa Perancis. Dia sosok manusia yang kusebut teman. Tidak lebih. Kedekatan kami hanya dalam batas pengertian seorang teman. Bukan sahabat ataupun kawan laiknya judul paper singkat ini. Bagi saya, urutan kata pada judul di atas menunjukkan level kedekatan seseorang terhadap apa yang disebut sahabat, teman, ataupun kawan. Nah, Aurora termasuk pada terminologi yang kedua dan ditengah-tengah: teman. Setidaknya dialah yang paling dekat dengan saya di ruang 07 itu. Lagi-lagi, karena kami satu angkatan tahun *tiiiiiiiiit*, semester *tiiiiiiiiiit*, di kampus ini. Jadi, saya cukup mengenalnya dengan baik jika dibandingkan mahasiswa lainnya yang sebagian besar angkatan tahun bawah.
Sebenarnya tidak ada alasan menarik yang membuat kami dekat. Faktor-faktor tersebut sangat wajar dan biasa. Laiknya pertemanan-pertemanan dua orang manusia pada umumnya. Semisal kesamaan minat, karakter, dan mungkin selera makan yang seringkali membuat kami duduk semeja di kantin. Atau topik-topik pembicaraan yang sering kali sama dan membangkitkan semangat ketika bersua. Masalah agama, film, cewek, tugas kuliah, organisasi, masa depan, dan dunia kerja. Masalah-masalah yang sangat anak muda. Masalah-masalah yang sering kali terlihat sederhana tapi dirumitkan oleh kerumitan anak muda itu sendiri.
Jika melontarkan teori psikologi dalam komunikasi interpersonal yang kami lakukan selama ini, saya berpijak pada pendekatan kognitif atau gestalt. Hubungan dan komunikasi yang kami jalin selalu disadari atas azas kemanfaatan dan kepentingan, disamping nilai-nilai humanistik yang juga tidak bisa diabaikan. Hubungan tersebut terwujud dalam interaksi sosial sehari-hari. Kepentingan-kepentingan kami berdua yang menyandang status sosial sebagai mahasiswa sangat terbantu dengan pola hubungan itu. Mengerjakan tugas, kerja kelompok, presentasi, bahkan menitip absen, kerap kali kami lakukan. Selain interaksi yang sangat akademik tersebut, kami juga berinteraksi sebagai anak muda pada umumnya. Menonton film di bioskop, traktir mentraktir, hanging out, olahraga dan lain-lain. Interaksi yang kedua inilah yang saya sebut sebagai nilai-nilai humanis yang dilakukan dibawah alam sadar, tanpa mempertimbangkan aspek kognitif untung atau rugi.
Terakhir, saya ingin menegaskan bahwa hubungan yang dibangun dalam proses pertemanan selama sekian semester ini tidak terlepas dari pendekatan kognitif ini. Teori komunikasi Use and Gratification dikira tepat untuk menggambarkan interaksi sosial yang kami jalani. Tidak lebih, sekedar teman! []

Advertisements

Author:

He calls himself a simple social butterfly as he frequently engages in social media such as blogs and micro blogging. Indonesian living in Amsterdam.

5 thoughts on “Sahabat, Teman, dan Kawan

  1. Saya sungguh tertarik membaca coretan anda soal Sahabat, teman dan kawan. Bagaimana anda mereguk kenikmatan dalam pertemanan anda dengannya. Setiap detik yang berlalu anda menikmatinya. Wow, alangkah bagusnya kalau setiap dari kita begitu ya. Menghargai pemberian Tuhan. Namun yang lebih mengagumkan saya ialah, justru anda menuangkan tulisan anda ini dalam kerangka komunikasi juga. Hahaha…. Anda memang seorang “communicator” yang cukup bagus.

Komen dong kakak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s