Posted in Aussie

Sydney Opera House and Anzac Day

25 April 2008

Dari pukul 9 am, saya dah siap2 jadi backpacker di Sydney. Perlengkapan dibawa: dompet, kamera (ini wajib hukumnya!! :P), tas punggung, dan handphone. Stasiun kereta terdekat dengan opera house adalah Circle Quay,sekitar 30 menit dari Lakemba. Selama di jalan, saya mengingat-ingat lagi kira-kira apa yg tertinggal. O o..ketika saya mengecek kamera, ternyata MMC nya tertinggal di laptop saya…huhu..menyebalkan. Soalnya semalam saya baru saja transfer foto, setelah seharian jalan-jalan. Di hari kedua ini malah storage nya ketinggalan..hehe. Untung baru sampai Campise Station, lalu saya turun dan balik lagi ke Lakemba.

Sampai Circle Quay, saya hanya berdecak kagum..wah wah..alhamdulillah, sampai juga ke Opera House, salah satu tempat terkenal di dunia yg dulu hanya bias dilihat di TV..hehe..norak bgt ya..wkwkw. Jadi inget pas ke Bangkok, Thailand, dua tahun lalu, pertama kalinya ke luar negeri ya pas ke Bangkok itu. Sempat mengunjungi komplek Raja di sana. Dan patung Budha Tidur yg gedenya minta ampun.

Karena sendirian, saya cuek aja minta tolong difoto dengan orang-orang yg ada di sekitar situ. Banyak juga turisnya, jadi ya cuek aja minta tolong dengan mereka. Sekitar satu jam di sana dan memenuhi hasrat narsis saya, saya langsung cabut dan city walk (jalan-jalan). Nah, kebetulan hari ini Anzac Day (25 April), maka kota Sydney penuh dengan pawai para veteran perang. Wah seru juga…kota ramai dengan pengunjung, para veteran perang dengan bangganya parade di jalan-jalan kota. Sementara toko-toko pada tutup dan akan beroperasi pukul 12 nanti.

Jalan-jalan kota, Darling Harbor, Anzac Bridge, Aquarium, dan tak lupa nyobain Monorail!!! Karena salah satu target saya nyobain salah satu public transportasi ini!! Naik untuk sekali keliling kota cuma $5 (tuk pelajar). Dari atas monorail, kita diajak berkeliling kota Sydney dan melihat padatnya jalan-jalan kota dari atas rel. Monorail ini melintasi kota dan gedung-gedung bertingkat. Seru euy!!

Kapan ya Jakarta punya monorail?? Hiks-hiks…

Advertisements

Author:

He calls himself a simple social butterfly as he frequently engages in social media such as blogs and micro blogging. Indonesian living in Amsterdam.

5 thoughts on “Sydney Opera House and Anzac Day

  1. Makasih Fikry atas komennya. Ya memang itu benar, namun ada juga kan variabel lain:sister adalah alternatif buat memberikan semanagat pada sekolah dalam memacu kualitas prosesnya.
    Ayo tetap semangat dan jangan lupa tetep dalam keislaman!
    Makasih atas kunjungannya di blog bapa.

  2. g norak, kok…
    diriQuwh malah kayaknya bakalan lebih norak lagih…
    pengen euy, keliling dunia!!
    pasti bisa!!
    pengen menikmati keindahan kota2 di dunia, mengagumi keindahan ciptaan Allah juga..
    🙂

    pa kabar, ki?
    sumbung euy..
    :mrgreen:

Komen dong kakak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s