Posted in Ads, Diary

Satu Nomor tidak Cukup

mobile-number-portability-switch-from-one-operator-to-anotherKONON, ada semacam kesepakatan tidak tertulis bahwa di Indonesia, sedikitnya kita harus memiliki dua nomor HP (dan gadget) sekaligus. Terlepas dengan berbagai alasan semisal mobilitas dan harga, ini merupakan fenomena unik mengingat sebagian besar pengguna gadget (kelompok masyarakat kelas menengah) memang melakukannya. Begitupun dengan saya. Sebagai pengguna media sosial, saya sendiri memiliki beberapa nomor HP tentunya.

Dulu ketika saya masih bekerja di salahsatu perusahaan Australia di Jogja, setiap semester saya harus menangani mahasiswa asing yang kerap datang dan pergi. Impresi mereka sama: kenapa orang Indonesia gemar sekali gonta ganti nomor HP dan memiliki lebih dari satu gadget. Jadi ketika misalnya ditanya nomor HP, jawaban justru pertanyaan balik: providernya apa dulu? Alasannya tentu masalah harga dan berbagai program yang ditawarkan sang provider. Again, this reason simply didn’t make any sense to apply for such a personal number! Nah, justru dari situlah beberapa orang di Indonesia, I found that they must, at least, have one default number, and the the rest is, you would say, the “gonta-ganti” number 😀

Continue reading “Satu Nomor tidak Cukup”