Posted in Komunikasi

Kebutuhan Praktis Amerika terhadap Ilmu Komunikasi

Kebutuhan praktis Amerika terhadap studi komunikasi telah dimulai ketika pembentukan atau penyatuan Amerika menjadi Negara federal. Dalam sejarah Amerika modern disebutkan bahwa contoh bentuk komunikasi yang berperan dalam integrasi Amerika antara lain diterbitkannya The North American Review pada tahun 1815 di bawah pimpinan Jared Sparks. Majalah ini menempati kedudukan yang awet dalam perkembangan kebudayaan bangsa.

Kebutuhan Praktis di Masa Lalu
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, peradaban Amerika yang sedemikian maju juga tidak terlepas dari sejarah “Perang Saudara” yang pecah tanggal 12 April 1861. Kebutuhan perang telah banyak sekali merangsang usaha perbaikan barang dan proses ekonomi. Pada tahun-tahun sebelum 1860, ada 36.000 paten yang dikeluarkan, dalam 30 tahun berikutnya, ada 440.000 paten, dan selama 25 tahun pertama abad ke-20, jumlah tersebut telah mencapai hampir satu juta. Tahun 1844, Samuel F. B Morse berhasil menyempurnakan telegraf listrik, dan segera setelah itu pelosok-pelosok yang saling berjauhan letaknya di seluruh benua dihubungkan oleh jaringan tiang dan kawat. Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell memperagakan alat telepon, dan dalam satu abad, enam belas juta telepon mempercepat hidup sosial dan ekonomi negara.
Kebutuhan akan teknologi komunikasi yang berdampak pada pertumbuhan dunia bisnis di Amerika secara tidak langsung telah menjadi sarana bagi perkembangan ilmu komunikasi itu sendiri. Mesin cetak rotary press dan alat melipat kertas memungkinkan untuk mencetak 240.000 surat kabar delapan halaman dalam waktu satu jam. Perkembangan teknologi komunikasi itu sendiri juga ditandai dengan disempurnakannya mesin bicara oleh Thomas Alfa Edison yang bekerja sama dengan George Eastman dalam menciptakan gambar hidup. Menjelang abad ke-19 kamera mulai mencatat sejarah, mengabadikan dengan gambar apa yang ditulis oleh orang lain ketika penduduk negeri bergerak berpindah ke Barat dalam jumlah yang semakin besar untuk membangun kota-kota yang luas, mengusahakan pertanian, dan lain-lain.
Seiring dengan berubahnya kehidupan penduduk Amerika ke arah perkotaan, maka kritikan dan protes juga semakin keras ditujukan kepada pemimpin. Praktek serta prinsip yang diterapkan yang merupakan warisan dari republik pedesaan pada abad 18 bagi negara modern abad 20 ini sudah tidak memadai lagi. Tahun 1902 sampai dengan tahun 1908, merupakan zaman kegiatan kaum reformis yang terbesar. Artikel tajam mengenai trust, modal besar dan makanan yang kotor bermunculan dalam koran-koran harian dan majalah umum seperti Mc Clures, Everybody’s, dan Collier’s. Upton Sinclair yang menggunakan karya fiksi sebagai sarananya menerbitkan The Jungle, Theodore Dreiser juga melahirkan karya-karya seperti The Titan yang memudahkan kaum awam untuk memahami seluk-beluk perusahaan besar. “Sastra Pembeberan” ini mendatangkan pengaruh vital dalam membakar semangat rakyat untuk bertindak. Bentuk komunikasi yang menjadikan tulisan sebagai medianya ini mendesak pemerintah untuk segera menindaklanjuti tuntutan rakyat. Berbagai negara bagian mengeluarkan undang-undang untuk memperbaiki kondisi hidup.
Komunikasi juga besar kaitannya pada masa Perang Dunia II dimana kebutuhan praktis terhadap komunikasi itu sendiri dikaitkan dengan kebutuhan Amerika dalam merespon situasi dunia. Serangan-serangan Jepang terhadap Hawaaii, Midway, Wake, dan Guam disiarkan lerwat radio-radio di Amerika. Ini menimbulkan semangat nasionalisme rakyat Amerika untuk kemudian bergabung dalam PD II. Setelah perang dunia usai, Amerika tampil sebagai negara super power yang berusaha menjadikan dirinya menjadi polisi dunia-melalui propaganda-dengan cara ikut andil dalam upaya perdamaian beberapa negara yang tengah bertikai. Misalnya krisi Kuba, perang Korea, krisis Hongaria dan Suez.

Kebutuhan Praktis di Masa Sekarang
Amerika seiring dengan pola pikir dan kemajuan peradabannya kini tengah menghadapi berbagai isu yang mendunia antara lain terorisme dan HAM. Amerika dengan propagandanya selalu berusaha mengintervensi negara-negara lain dengan tameng PBB dan HAM. Amerika berusaha membentuk opini publik tentang siapa dirinya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan media film. Film-film Hollywood yang bertema perang sebagai inti cerita selalu menampilkan sosok Amerika yang selalu berada pada posisi yang paling benar. Sebagai contoh seperti film Coming Home (Hal Ashby, 1978), The Deer Hunter (Michael comino, 1978), Rambo First Blood Part II (George F. Cosmatus, 1985), Platon (Oliver Stone, 1986), Full Metal Jacket (Stanley Kubrick, 1987), dan Apocalypse Now (Franciz Ford Capollo, 1979). Tujuan propaganda ini adalah untuk membentuk imej bahwa Amerika adalah pihak yang paling benar dan menang dalam perang Vietnam. Padahal jika dilihat secara lebih jauh tentara Amerika juga kewalahan menghadapi Vietnam. Tak terkecuali tokoh yang mengambil tokoh utama Saddam Husein dan George Bush.
Penyebaran budaya massa (dalam kaitannya dengan komunikasi massa), Amerika sangat gencar melakukan aktifitas penyebaran peradabannya. Baik melalui media cetak, elektronik, rekaman suara, musik pop, program TV, buku, ataupun majalah yang kesemuanya telah mempengaruhi budaya tradisional. Budaya tradisional dengan masyarakat etnik dan nasionalitas yang berbeda terus mengalami erosi dan dirombak oleh gangguan yang mendasar oleh Amerika. Kenyataan ini mengakibatkan hubungan cinta-benci diantara banyak orang di kawasan dunia dengan Amerika. Orang-orang mengutuk pengaruh meluasnya budaya massa Amerika, memeluk segala hal yang datang dari Amerika – baik pakaian, musik, hiburan, atau apapun. Kaum intelektual
Eropa atau Afrika yang menentang pengaruh komersial Amerika boleh jadi menjadi penggemar musik pop dan film-film Amerika. Ledakan dalam komunikasi berita internasional secara langsung berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi komputer dan elektronik. Pada bidang ini pun sebagian besar perkembangannya berasal dari Barat – terutama Amerka.

Kebutuhan Praktis di Masa Mendatang
Perjalanan sejarah Amerika memang selalu diwarnai berbagai isu yang sangat berpengaruh bagi perkembangan dunia, dari mulai teknologi sampai kebijakan politiknya. Teknologi informasi, internet, dan sebagainya telah memacu minat untuk membedah studi komunikasi itu sendiri. Karena ilmu kounikasi tidak terlepas dari arus perkembangan teknologi komunikasi yang di dalamnya terdapat substansi pesan.
Amerika berusaha untuk membentuk citra yang baik di mata dunia. Padahal jelas, kejahatan perang dan pelanggaran terburuk sukses disandangnya pasca invasi Irak. Padahal apabila kita cermati, tragedi WTC yang menelanjangi Amerika di mata masyarakat dunia belum juga rampung, namun Amerika tidak kehabisan akal untuk mengalihkan perhatian dunia, Amerika justru menuduh Irak memproduksi senjata pemusnah masal. Bentuk tuduhan, spionase, dan fitnah Amerika yang tidak ada buktinya itu merupakan propaganda negatif yang dilakukannya dalam rangka mencuri perhatian dunia.

Sumber-sumber:

David, Allen dan Harold D.Woodman. (1991). Konflik dan Konsesus dalam Sejarah Amerika Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Malik, Dedy Djamaluddin, Jalaludin Rakhmat, dan Mohammad Shoelhi. (1993). Komunikasi Internasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Mulyana, Deddy. (1996). Human Communication: Konteks-Konteks komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Nurudin. (2001). Komunikasi Propaganda. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Prajarto, Nunung. (2002). KOMUNIKASI: Akar Sejarah dan Buah Tradisi Keilmuan. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM

Advertisements

Author:

He calls himself a simple social butterfly as he frequently engages in social media such as blogs and micro blogging. Indonesian living in Amsterdam.

Komen dong kakak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s