Posted in Diary

Indomie dan Backpacker

KALAU ada cinta seawet cinta saya sama indomie pake telor dan cabe rawit, beri tahu saya, mungkin saya akan berusaha mengejarnya hingga bahkan ke negeri Sakura 😀 #iyainilebay #aceritanyaabisdarijepang #pamer 😐

Seperti kebanyakan masyarakat Indonesia lainnya di mana pun kita berada, memang lidah tak kan pernah bohong. Rasa bumbu yang kuat di banyak masakan Indonesia menjadi salah satu alasan utama untuk merindukan tanah air tercinta. Bagaimana pun caranya, pengalaman mendapatkan sambal, penyedap rasa dan bumbu instant menjadi angin surga yang menuntaskan kerinduan tadi.

Sebagai backpacker pemula, tentu merindukan masakan lokal menjadi tantangan tersendiri ketika harus memberanikan diri tinggal sekian lama di negeri orang. Rasa hambar yang menyiksa di banyak masakannya membuat diri harus pintar pintar mencari celah agar makanan diterima lidah. Nah, salah satu yang saya lakukan adalah menjadikan indomie goreng sebagai salah satu bekal perjalanan. Mulai dari rasa sop ayam, rendang, hingga mie goreng original.

Dulu, ketika pertama kali saya pergi ke luar negeri, hal pertama yang saya cari adalah indomie. Salah satu produk andalan Indofood ini menjadi indikator apakah negara yang saya kunjungi cukup “dekat” dengan Indonesia. Yup benar saja, mulai dari Bangkok, Singapore, Manila, Kuala Lumpur, Sydney, Canberra, Melbourne, Istanbul, hingga nun jauh di beberapa kota di Jepang, dengan mudah dapat saya temui! *ini mau cerita atau nyombong sih fik?* :p

Dari sekian perjalanan backpacking saya ke beberapa kota tadi, indomielah yang membantu saya untuk mengabaikan kerinduan terhadap tanah air. Melalui baunya yang sangat khas itu, entah kenapa setiap ons organ tubuh saya merasa berada di Indonesia.

Anywaaaaaaaaaaaaay, ternyata makanan murah meriah nan ajaib ini udah berumur puluhan loh! Tepat di tahun ini Indomie ulang tahun ke – 40 cuuuuuy! *lihat KTP*

Di ulang tahunnya yang ke 40 ini, Indomie akan membagi-bagikan 5 buah Samsung Galaxy S III dan 100 paket Indomie untuk masing-masing kategori. Caranya gampang, kamu tinggal upload foto sedang makan indomie atau bikin video jingle indomie yang harus diupload di sini.

Sok atuh ikutaaaaaaaaaaaaaaaan!!! Juga jangan lupa kunjungi facebook fan pagenya yak di sini. *cari recorder*

Sumber foto atas di sini.

Advertisements

Author:

He calls himself a simple social butterfly as he frequently engages in social media such as blogs and micro blogging. Indonesian living in Amsterdam.

15 thoughts on “Indomie dan Backpacker

Komen dong kakak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s