Posted in Diary, Japan, Travel

Osaka dan Takoyaki

osaka0JAPAN!” Rencana perjalanan yang ditelah dibincang sejak akhir 2011 pun akhirnya terlaksana di tengah tahun lalu. Again, thanks to Air Asia yang membuat trip 9 hari itu tidak begitu memberatkan. Terlepas dari biaya hidup di negeri Sakura yang sungguh mahal, setidaknya trip kali ini tidak begitu memberatkan kantong di awal.

Bersama beberapa teman Rotaract Semanggi, Jepang menjadi sebuah destinasi yang menawarkan pengalaman istimewa tak terlupakan! Perpaduan yang unik antara keramahan budaya serta kemajuan teknologi serta infrastruktur yang canggih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi. Selama 9 hari tersebut, saya cukup berhasil mengeksplor Osaka, Kyoto, Tokyo, dan Hiroshima!

Rute perjalanan udara Jakarta – Kuala Lumpur – Osaka yang menempuh sekitar 6 jam tidak begitu berarti dibanding excitement yang saya rasakan selama di pesawat. This’ just soooo real, saya akan menginjak negara yang membangun negerinya lewat mimpi melalui tokoh-tokoh kartun di beragam komik yang kita akrabi sejak kecil. Mulai dari Doraemon, Hatori, Sin Chan, P Man, Candy Candy, Satria Baja Hitam, Ultra Man, hingga Gaban! *masih ingat kan istilah Gaban datang dari mana?* Dan OSAKA, menjadi kota pertama yang saya singgahi. Continue reading “Osaka dan Takoyaki”

Posted in Press, Umum

Peduli Kanker, untuk Hidup yang Lebih Baik

kanker anakKANKER adalah kosa kata yang tidak asing dalam kehidupan pribadi saya. Kakak perempuan pertama saya meninggal di usia 30an setelah sekian lama mengidap penyakit kanker payudara. Saking menakutkannya kosa kata ini, saya kemudian mencari tahu apa sih sebetulnya kanker dan mengapa penyakit tersebut dapat hinggap di banyak orang? Berdasarkan situ CancerHelps saya temukan bahwa penyakit kanker ini disebabkan oleh beberapa faktor, yakni: faktor keturunan, lingkungan, makanan yang mengandung bahan kimia, virus, infeksi, faktor perilaku,  gangguan keseimbangan hormonal, faktor kejiwaan, emosional, dan faktor radikal bebas. Wuihh.. banyak banget ya pemirsa! Dan sesungguhnya kesemua faktor tersebut sangat “dekat” dengan kehidupan kita sehari hari. Siapapun tidak dapat dapat terhindar dari resikonya. Besar atau kecil resiko tersebut,  tergantung dari apa yang kita lakukan saat ini dan nanti.

Maka barangkali anekdot “mencegah lebih baik dari pada mengobati” menjadi salah satu obat mujarab dalam menangkal segala penyakit. Berbicara kanker misalnya, edukasi sedini mungkin dapat kita lakukan tidak hanya kepada orang dewasa melainkan juga terhadap anak-anak. Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa setiap tahunnya penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang. Dan empat persen dari jumlah tersebut di antaranya (sekitar 250 penderita) adalah anak-anak. Bagaimana di Indonesia? Setidaknya 150 orang dari satu juta penderita kanker adalah anak-anak dan bahkan diperkirakan setiap tahunnya telah ditemukan 4.100 kasus baru kanker pada anak di Indonesia (source Liputan6.com).

Lalu mblo, apa sih yang dapat kita lakukan untuk meringankan beban anak-anak tersebut? BANYAK! Continue reading “Peduli Kanker, untuk Hidup yang Lebih Baik”