Posted in Aussie

Wollonggong Trip

Angin dingin menyapa kami ketika pertama kali tiba di Wollonggong City Beach, objek pertama dari trip kali ini. Sekitar 50 rombongan mahasiswa Indonesia (termasuk keluarga) turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Saya kali ini kebagian menjadi ketua panitia, mengurusi calon-calon Master dan Doktor lulusan Univ of Canberra. Tapi alhamdulilah semuanya lancar berkat kerja team yg solid: saya, mas Fauzan, mas Juned, mas Dillah, dan mas Indra.

Awalnya trip ini direncanakan berlangsung selama 2 days 1 night, tapi ternyata akomodasi tidak memungkinkan, di samping jadwal yg bertepatan dengan libur sekolah. AKomodasi yang available untuk jumlah segitu hanya mengijinkan untuk menginap lebih dari dua malam. Akhirnya kita putuskan trip ini mejadi One Day Trip, untungnya peserta gak ada yg complain.

Perjalanan Canberra-Wollonggong memakan waktu 3 jam. Sampai di objek pertama, Kuil Tian Namp, kuil terbesar di New South Wales, sekitar pukul 13.30pm. Awalnya kita ingin lunch di sini, tapi ternyata nggak jadi, karena objek ini tidak mengijinkan untuk mengonsumsi daging..padahal kita udah prepare lunch Ayam Goreng ala Habib Indra. Menahan lapar sebentar, lalu perjalanan di lanjutkan ke pantai.

Jarak antara pantai dan kota hanya 500 meter, jadi kita lanjutkan perjalanan dg lunch dan sholat di dekat pantai. Serunya, kita lunch rame-rame 50 orang di pinggir jalan, otomatis semua orang melihat..hehe..Indonesia banget ya..tapi kita cuek aja dan terus melanjutkan salah satu aktivitas biologis itu.

Lalu kita keliling city, tak banyak hal menarik di sini selain kotanya yang kecil dan sepi. HAnya ada beberapa bangunan tua dan selebihnya ruko-ruko kecil. Tidak lama kita di sini, sekitar 1 jam, setelah itu balik lagi ke pantai karena anginnya sudah nggak begitu kencang. Anak-anak dan mbk-mbk pada main air sementara remaja putra dan bapak-bapak pada main bola, termasuk saya. Wah-wah, main bola di pantai bersama angin dingin yg lembab membuat olahraga ini semakin berat. Anyway, we enjoyed it…

Lalu sekitar pukul 6 kita balik lagi ke Canberra. Sampai kampus tepat pukul 9.45pm.

Advertisements

Author:

He calls himself a simple social butterfly as he frequently engages in social media such as blogs and micro blogging. Indonesian living in Amsterdam.

2 thoughts on “Wollonggong Trip

  1. Kok belum di terusin critanya???…. ditunggu juga liputan dari Sydney dan Melbourne…. Oh iya lupa dink, Citra sendirian tuh kok gak di ajak? 🙂

Komen dong kakak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s