Posted in Diary, Indonesia, Travel

Setelah Menjadi Bang Thoyib

YES, I am.

Tiga lebaran terakhir saya habiskan sendiri tanpa keluarga.

Anda cukup membayangkan. Ketika hiruk pikuk takbir berkumandang, saya cukup duduk di pojokan kamar. Sendiri. Tiga kali berturut turut.

Dan tahun ini saya pulang. Kembali merasakan hangatnya keluarga. Kakak adik serta berbelas ponakan.

Advertisements

Author:

He calls himself a simple social butterfly as he frequently engages in social media such as blogs and micro blogging. Indonesian living in Amsterdam.

10 thoughts on “Setelah Menjadi Bang Thoyib

  1. Sekaliny q,, balek pi cuma bisa 5 hari doank…. lebaran ketigo la harus chaw lg k t4 gawe. dan hampir 100% apa yg q konsep saat mudik, gatot =( huffth….

Komen dong kakak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s