Posted in Ads, Indonesia, Travel, Umum

Terangnya Philips Hampiri Alun-Alun Utara Jogja

becak-alun2-jogjaSAYA punya kisah sendiri tentang Jogja. Paling tidak panjangnya cukuplah dijadikan novel trilogi tentang sebuah romantisme anak Sumatera yang merantau ke tanah Jawa. Sebelum di 2011 saya hijrah ke ibukota, sekira hampir 7 tahun hidup saya dihabiskan di kota Gudeg itu. Dinamika kampus, kisah mahasiswa super dan payah, pekerjaan paruh waktu, hingga persoalan hati yang hingga kini tak jelas juntrungannya itu. #eh

Membincang ihwal Jogja memang tak pernah ada habisnya. Kota kreatif yang kerap menawarkan berbagai gelak tawa serta keramahannya, membuat siapapun yang pernah tinggal di sana akan merasa menjadi salahsatu manusia paling beruntung di dunia. Continue reading “Terangnya Philips Hampiri Alun-Alun Utara Jogja”

Posted in Indonesia, Travel, Umum

Mengandaikan Malioboro di Palembang

SAYA berani bertaruh tidak ada satu warga Palembang pun yang tidak pernah makan pempek. Pun demikian dengan gudeg, tak satupun warga Jogja yang paling tidak, pernah mencicipinya. Sementara suka atau tidak suka, itu urusan lain. Paling tidak mereka pernah mencoba. Toh selera seseorang tak selalu berbanding lurus dengan di mana ia bermukim, bukan?

Lalu sebenarnya, apa sih yang ingin saya utarakan melalui kedua jenis makanan tadi? Kelezatannya kah? Keunikan rasa bla bla bla? Atau sesuatu yang menyangkut sejarah?

Tidak sodara sodara. Ini bukan tentang cerita makanan atau selera lidah. Persoalan perut saya kira cukuplah diulas dan dibincang oleh Pak Bondan saja, si Bapak Maknyus di salah satu televisi swasta itu. Di sini, saya ingin membincang ihwal potensi wisata. Yang mungkin makanan tadi menjadi satu dari sekian unsur atraktif sebuah keunikan budaya dari sebuah kota. Kota Palembang dan kota Jogja yang menjadi pembandingnya. Continue reading “Mengandaikan Malioboro di Palembang”

Posted in Diary

Kerja dengan Asing

HAMPIR tiga bulan sodara sodara, blog saya ini terabaikan. Ibarat bunga, ia layu sebelum berkembang *kriuuk*. Ini tak lain tak bukan karena saya selingkuh dengan fesbuk laknat nan twitter keparat. *yeeeeeee, berima* 😀

Awalnya..  saya berniat untuk selalu update blog ini minimal sebulan sekali. Tapi errrr…. kesibukan yang kelak akan saya sampaikan inilah menjadi biang keladinya.

Anyway, ada ribuan cerita yang terlewati. Ada jutaan agenda yang terlampaui. Namun entah kenapa blog ini semakin tak diminati. *berima lagiiiiiiiii… makin ndak jelas, ini mau nulis cerita atau nulis puisi. hihi…*

Jadi sudah hampir 6 bulan saya kerja di lembaga milik asing di Jogja *mulai serius*. Dan kerjaan saya ini nggak jauh jauh dari bau bau kampus dan mahasiswa. Ya tampang imut yang saya miliki cukuplah jadi modal untuk kembali ke kampus walopun dengan identitas yg berbeda. *dikeplak*

Jadi kerjaan saya itu Continue reading “Kerja dengan Asing”