Posted in Indonesia, Travel, Umum

Mengandaikan Malioboro di Palembang

SAYA berani bertaruh tidak ada satu warga Palembang pun yang tidak pernah makan pempek. Pun demikian dengan gudeg, tak satupun warga Jogja yang paling tidak, pernah mencicipinya. Sementara suka atau tidak suka, itu urusan lain. Paling tidak mereka pernah mencoba. Toh selera seseorang tak selalu berbanding lurus dengan di mana ia bermukim, bukan?

Lalu sebenarnya, apa sih yang ingin saya utarakan melalui kedua jenis makanan tadi? Kelezatannya kah? Keunikan rasa bla bla bla? Atau sesuatu yang menyangkut sejarah?

Tidak sodara sodara. Ini bukan tentang cerita makanan atau selera lidah. Persoalan perut saya kira cukuplah diulas dan dibincang oleh Pak Bondan saja, si Bapak Maknyus di salah satu televisi swasta itu. Di sini, saya ingin membincang ihwal potensi wisata. Yang mungkin makanan tadi menjadi satu dari sekian unsur atraktif sebuah keunikan budaya dari sebuah kota. Kota Palembang dan kota Jogja yang menjadi pembandingnya. Continue reading “Mengandaikan Malioboro di Palembang”

Posted in Diary, Thailand, Travel

Kembali ke Bangkok

Di salah satu thread mailing list blogger Kopdar Jakarta, saya selalu berkesah sembari berujar, “kapan ya bisa menang kuis kayak Chika,, Ifan,, dan Dimas…, kayaknya mereka hoki mulu’ deh…” -__-

And you know what, ternyata Tuhan mengabulkannya justru di kala saya nggak begitu aware dengan sebuah kuis yang saya ikuti dua minggu lalu.

Awalnya simbok venus nge-wassap dan bilang, “fick, kamu menang kuis Air Asia yang ke Bangkok ya? Itu di status facebook fan page dan tweetnya menyebut nama Muhammad Fikri.”

“Heh? masa’ sih? Aku belum dihubungi kok mbok., kan yang punya nama Fikri banyak banget. Tapi kalo rejeki mah gak bakalan ke mana sih,” ujarku sembari menahan kebahagiaan di kerongkongan. Continue reading “Kembali ke Bangkok”

Posted in Diary, Philippines, Travel

Mampir ke Negeri Pinoy

AKHIRNYA, sempat juga saya posting cerita ke Manila awal bulan lalu. Basi sih..sekedar apdet, tapi ya  udah lah ya.. 😀

Bisa dibilang, kesempatan berkunjung ke negeri Pinoy itu merupakan rejeki yang tak terduga duga pasca musibah yg menimpa saya di bandara Soekarno Hatta, tengah Februari lalu. Gadget yang belum genap dua bulan saya beli tersebut raib di sana ketika menunggu taxi. Beberapa minggu setelah itu pun pekerjaan baru ini meminang. Sepaket dengan pinangan tersebut, maka terbang ke Manila dihadiahkan kepada saya di Minggu ketiga saya bekerja.

Dengan rute penerbagan Jakarta – Singapore – Manila, Singapore Airlines mendaratkan saya di bandara internasional Aquino yang tak ubahnya Jakarta raya: panas, macet, dan berisik.

Technically tentu saja ini bukan liburan. Kehadiran saya di sana adalah bagian dari regional meeting se Asia-Pacific dalam rangka International Year of Volunteers. Maka semua national coordinator dari 21 negara se Asia Pacific hadir bersama UNV program officer masing-masing. Continue reading “Mampir ke Negeri Pinoy”

Posted in Diary, Indonesia, Travel

Jakarta, Not that Bad Lah…


DUA
bulan lalu adalah momen paling dramatis dalam hidup saya. Momen ketika segenap energi terkuras habis karenanya. Pikiran, tenaga, hati, dan perasaan seakan berkonspirasi membajak diri saya untuk larut dalam memetakan prioritas hidup. Tak sia-sia memang. Akhirnya hidup di Jogja saya genapi selama 7 tahun saja.

Tepat di tengah April lalu saya pun hijrah ke ibu kota. Saya pikir 1,5 tahun bekerja di lembaga asing di Jogja sudah cukup menguatkan hati saya utnuk terjun ke sana. Menceburkan diri, dan ikut berenang bersama rekan rekan yg lebih dulu basah. Dan entah sampai kapan kita akan tiba di pulau kebahagiaan nantinya?

Sebetulnya keputusan ini merupakan plan B saya. Plan A yang gagal meluluskan saya untuk melanjutkan kuliah Master tahun ini saya paksakan untuk hijrah ke belantara beton itu. Tapi tak asal pindah, tentu keputusan meninggalkan Jogja harus dibayar dengan harga yang pantas di ibukota. Karena meninggalkan zona senyaman kota gudeg ini sungguh berat bukan kepalang. Ya, paling tidak pekerjaan baru tersebut sesuai dengan apa yang saya impikan. Sejalan dengan idealisme dan cukup mendukung pencapaian resolusi tahunan saya. Continue reading “Jakarta, Not that Bad Lah…”

Posted in Diary, Travel

Mengandaikan Malioboro di Palembang

Saya berani bertaruh tidak ada satu warga Palembang  pun yang tidak pernah makan pempek. Pun demikian dengan gudeg, tak satupun warga Jogja yang paling tidak pernah mencicipinya. Sementara suka atau tidak suka, itu urusan lain. Paling tidak mereka pernah mencoba. Toh selera seseorang tak selalu berbanding lurus dengan di mana ia bermukim, bukan?

Lalu sebenarnya, apa sih yang ingin saya utarakan melalui kedua jenis makanan tadi? Kelezatannya  kah? Keunikan rasa bla bla bla? Atau sesuatu yang menyangkut sejarahnya?

Tidak sodara sodara.  Ini bukan tentang cerita makanan atau selera lidah. Persoalan perut saya kira cukuplah diulas dan dibincang oleh Pak Bondan saja, si Bapak Maknyus di salah satu televisi swasta itu.

Di sini, saya ingin membincang ihwal potensi wisata. Yang mungkin makanan tadi menjadi satu dari sekian unsur atraktif sebuah keunikan budaya dari sebuah kota. Kota Palembang dan kota Jogja yang menjadi pembandingnya.

Jadi, ini adalah sesuatu yang Continue reading “Mengandaikan Malioboro di Palembang”

Posted in Diary, Indonesia, Travel

Wonosobo Free Tour

IT was shocking me when I knew that we, cah andong, got invited to the launching event of Wonosobo blogger community. This was not my first time actually going to Wonosobo as I ever went there last year. Something made us-especially me excited- was accommodation fully provided for free. (banana dance).

The committee told us that, beside, the main point of the event was a launching event of Serayu Blogger Community (the official name of Wonosobo Blogger Community), most of the event was traveling around the town. Enjoying Wonosobo and all the beautiful views and interesting places offered. Then hey.. we five eventually decided to be a kind of delegation of CA and be a part of that event: me, Nico Wijaya, Alle, Gunawan, dan Iphan. Although on the second day, other four members also came: Paman Tyo, mas Iman Brotoseno, mas Zam, Chiw dan Sita.

Here we go….

Continue reading “Wonosobo Free Tour”