Posted in Aussie

Four Exams Were Done!!

Friday, June 27th, 2008

Alhamdulillah, i’ve just finished my oral presentation test (today) and also writing, grammar, and reading test (yesterday). I presented my own essay entitled “The Media Effect on the Political Issue” and focused on Obama’s campaign. It was about how the media treated Obama and how Obama used the media as well to obtain a victory.

In the begining of the presentation, i showed them a video about Obama’s speech which its demand on YouTube was higher than Porn sites…hoho..afterward, i briefly explained how the media treated the presidential candidates of Democrat Party in US, how Obama used the media, what about Clinton, and some other news which supported my thesis to them. Anyway, all those things run properly. I attracted all audiences with my body language, eye-contact, and gestures..hahaha..(narsis aja…:) ).

One thing else which happened today was Mary would leave us…it would be sad cuz there’ll be none who could cheer the class up..and..there’ll no friend who could share jokes..:) …yeah..cuz she’s really funny. I’ll miss her. Have a nice trip sist… 🙂

Posted in Aussie

Snowy Mountain yg Gagal

Jumat, 27 Juni 2008

Sodara-sodara, postingan kali ini sedikit mendeskripsikan kesedihan saya minggu ini (apaan sih kie…gak penting bgt..wkwkwk  :)). Udah dua hari ini siku kanan sudah gak berfungsi sebagai mana mestinya. Mau makan salah, mau garuk-garuk gak bisa, apalagi mo nulis..(untung pas writing test kemarin, si tangan agak sedikit kompromi..:)).

Setelah dipikir2…ternyata biang keladinya adalah momen kerja keras Jumat lalu. Lantaran “ditegur” si bos, saya jadi kerja over time (about 5 hours). Alhasil, ketika bangun tidur sekira 3 hari yang lalu, tiba-tiba tangan kanan ini pingsan. Mana posisinya ketindih tubuh lagi ketika tidur…kontan jadi kesiksa bgt pas bangunnya. Karena tragedi yang gak penting ini, rencana saya liburan bareng temans kampus ke Snowy Montain gagal. Sedih bgt kan?? Padahal jarang2 dapet rejeki ngeliat salju…eh pas ada kesempatan si badan gak mau kompromi..nasib-nasib..hehehe..

Ya mungkin ada hikmahnya, moga aja tahun depan ketika saya lulus langsung dpt beasiswa lagi dan kembali ke sini..amiiiiinnnn. 🙂

 

Posted in Aussie

Lunch in the Old Parliament House

Tuesday, June 24, 2008

The title above doesn’t replect the content of this unnecessary story..hehe.. yeah cuz yesterday i actually  went to the National Library of Australia as well. I was a little bit shame cuz i never been there since i have been living in Canberra 5 months ago :). What i saw inside the library was something amazing and interesting. Cuz they had a large number of book collections from all over the world which i could access easily and i obviously never saw. The building was located near to the Lake Burkley Griffin and it was a pretty good building as well.

The service was really nice and we were satisfying. I just got the member card in 2 minutes!! I just filled in the online form and then showed my student card, and my new library card then came out!! Yeah..it was same when i got my uni student card in UC at the first time.

I also read several old newspaper, the old newspaper which was published in the 17th century told me about how James Cook found the Australia continent…Wow!! It was really funtastic, wasn’t it? (huhuu..many things which i couldn’t describe…:)).  

After 3 hours, we moved to the Old Parliament House which was probably taking 10 minutes by walking. We had a nice lunch together. I ordered sandwich with red salmone (cuz that was the only food which i could eat 😦 ), and had a cup of mocca for my dessert (wow..it was really nice on my tongue :)). Luckily, i, Alaa, and Mary were sitting near each other, so it was pretty easy to share our food.. 🙂 cuz we were the only three moslems in the class. And like usual, i prayed dzuhur on the field..hehe..

 

 

Posted in Aussie

Hopefully, 6 Minggu lagi…

Rabu, 18 Juni 2008

Pagi ini diawali dengan mencoba menu India: Chicken Madras..(hoho..yummy..). Seru juga..ternyata lumayan enak dengan bumbu rempah yang aromanya sangat kuat. Sehabis breakfast, saya ke kampus dengan bekal Chicken Madras dan Roti Panggang isi coklat. Dan seperti biasanya, kelas berjalan normal.

Sehabis kuliah saya solat zuhur di prayer room sekaligus lunch di sana. Sambil nunggu Ashar, internet jadi menu pilihan..(YM lagi YM lagi 🙂 untungnya semua titik di kampus ini bisa wireless). ANyway, Ashar menjelang saya pun kembali ke Tohiba U300 yang sangat saya cintai itu (udah kayak isteri deh..haha..). Lalu teman dari Pakistan datang  menawarkan pizza..dan why not…i tried one..pas dia nyoba nawarin lagi..saya nolak.., “no thanks brother…one enough, i’ve just eaten..really..” (padahal enak lo…pengen lagi tapi ya keburu nolak..wkwk..dasar..gegege..tapi masih enakan Chicken Madras buatan saya..hasyaaa…:)

Nah, setelah ini masalah dimulai, sehabis kuliah biasa saya langsung ke tempat kerja di ATO (the Australian Taxation Office). Ya..kantor pajaknya Aussie-lah…taulah kerja apa..(wkwkwk..sambil kuliah nyambi jadi TKI di negeri orang..wkkw 🙂 kapan lagi digaji pake dollar 🙂  gajinya??? lumayan bgtttttt baca artikel haji ). 

Dan hari ini saya dapet komplain dari bos besar, she said, “see…you should dust this table..if nextweek this room’s  still like this…you will…bla..bla..bla..”

and then I was like…, “yep..yep..ok..ok..i’ll do then..”

Ya…manut ajalah….malam ini saya kerja ekstra..empat jam tak cukup…dan pastinya cuapek pol. Ya, bersakit-sakit dahulu…dari pada rencana keuangan berantakan..hehe. “Semangat kie..semangat… 6 Minggu lagi balik kok..,” ujarku menghibur diri. Hehehe… 🙂

 

Oh

Posted in Aussie

Conclusion, not Summary

Selasa, 17 Juni 2008

Setelah baru aja kemarin melakukan kekonyolan (baca kisahnya disini), hari ini, tuk kedua kalinya saya melakukan hal yang sama. Tapi kali ini bukan karena kelupaan nyertain lampiran ketika ngirim tugas, tapi justru lebih parah lagi..yakni salah instruksi. Tugas yang seharusnya dibuat adalah bikin konklusi dari essay yang kita bahas kemarin (paling panjang juga lima kalimat), eh yg saya kirim tadi pagi (plus dengan pedenya bilang, “Morning Megan…here’s the summary!! :)”) adalah ringkasan alias summary sekitar satu halaman full.

I’ve just realized when i asked Mark, “Have u sent the summary to Megan?”

Mark said, “What? Summary? No.. it must be conclusion only”

and then i was shocked, “are u sure? … hang on, let me check it out…”

setelah itu…#%@#%^$&$*%^&(&*%^@#%#$%$%^

hahahhahha…..dan pas di kelas i just said to Megan, “Megan..i’m sorry i didn’t read carefully the instruction..i was really enthusiastic..so i just wrote and finished it. i’ll write the conclusion after class, ok!”

Megan, “No..no..don’t worry, u don’t have to do it..that’s alright, at least u did it..hahaha..i won’t mark it..just practice ..ok!”

and then i was like ….horreeeeeeeyyyy…hahhaha..thanks Megan…. 🙂

Posted in Aussie

Nikah: Pending dulu euy …

Dari blognya mbk Presty:

“sepertinya aku hanya korban dari masa lalumu. tapi tak mengapa, tekadku untuk menikahimu sudah bulat, semakin bulat. karena sisa cinta yang hanya kamu beri untuk suamimu…”…

Gak tau kenapa dua minggu belakangan ini bayangan tentang kehidupan rumah tangga seringkali mengganggu pekerjaan saya.  Seseorang yang telah  bersama yang lain, mengingat-ingat mantan dahulu..(hahaha..piss ya..kan nostalgia..wkwkwk), dan ya pokoknya jadi mellow bangetlah.

Dan tulisannya mbk Presty semakin membuatku berpikir keras tentang rencana indah itu. Tak lupa keluarga tercinta yang harus lebih diutamakan. Jadi ya…niat tuk menjalin kehidupan bersama seseorang di sana harus ditunda sementara (toh juga belum ada calonnya.. 🙂 wkwkwkw..maaf, kalimat yg sangat ngiklan :P). Dan yang jelas, aku lebih mencintai ibuku daripada dia. Setahuku, Itu kewajiban lelaki muslim, sementara isteri yang baik harus lebih taat terhadap suami daripada ibunya (selama dalam koridor agama yak.. :)). Jadi bersiap-siaplah..hahahaha…

Posted in Umum

Yok Mengingat Indonesia

Saya mendapat info ini dari sbeuah milis. Dan ya..lumayan me-refresh kepala dan bayangan saya tentang Indonesia yang saya sangat cintai ini. 🙂

Teman-teman, ini adalah hasil riset tentang Indonesia… dari milis sebelah.
Semoga memberikan inspirasi dan pengharapan yang lebih nyata bagi kita, para putra/i bangsa.
SALAM

Rekor Indonesia Dimata Dunia

Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni) . Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

* Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

* Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

* Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Continue reading “Yok Mengingat Indonesia”

Posted in Aussie

Malunya: A Twit, Episode 2

Senin, 16 Juni 2008

Hahaha..kebodohanku kali ini agak bermartabat.. (hassyaa..apa sech..wkwk). Sabtu lalu dengan semangat 45 saya habiskan waktu di kamar dengan membaca jejurnal (gak ada sih imbuhan je’..tapi enak aja nyebutnya 😛) tentang media and politic dan beberapa artikel tentang Obama, akhirnya essay saya mendekati 80% selesai.

Nah, Minggunya, saya udah set waktu tuk menyelesaikan draft pertama essay kemarin di lab kompi kampusku. Melengganglah saya di pagi yg beku dengan sisa  bus pass card  (tinggal satu kali gesek..lebih jauh ttg buss pass card, ntar gw post deh..:P). Well, I arrived there on  9 am, and it was still cold..really..oh my gosh!! then, i just turned on my laptop then worked. After about 3 hours, i already finished it, then i smiled at my laptop..hahaha..finally. Then i sent it briefly to Megan Lee. Dan..saya senang banget karena merasa saya student pertama yg submit draft itu.. and then horreeeee…(maaf ya gak penting bgt..wkwkwk). I was really happy!!

And Just now, today, this morning..wkwkwk.. i was like a twit again!!! Megan bilang, “yes Fikri, you are the first one..but, no attachment was there.”

and then i was like.. “what?! are you sure?”

Hahahahhahah..malunya saya..ya udah deh sebelum nulis blog ini barusan tadi saya kirim lagi file draft nya. WKkwkwkwkwkkk….

Posted in Aussie

Jadi Pengen Nikah :P

Rabu, 11 Juni 2008

Ini dimulai Senin lalu. Sarapan pagiku ditemani obrolan santai dengan housemate. Anyway, entah kenapa obrolan mengarah ke persoalan pernikahan. Hohoho… ya maklumlah, di apartment itu saya share dengan rekan yang sudah berkeluarga. Kebayangkan kalo bujang sendiri..hehe..

Saya semangat nanya-nanya gimana proses pernikahannya. Mulai dari perkenalan, saling suka, lalu akad nikah. Cepat sekali..tanpa ada proses pacaran (pacaran dalam terminologi sekarang). Dan dengan cara itu, pernikahan mereka awet-awet saja. Justru proses saling mengenal dan ‘pacarannya’ setelah menikah! Jadi masih mesra-mesra gitu kan..hehe.. Setelah saya pikir, ada benernya juga, karena berdasarkan hukum Gossen, semakin lama semakin menurun kualitas sesuatu, demikian juga dengan relationship? Mungkin…Jadi, kalo gak pake pacaran, kuntum-kuntum itu akan mulai bersemi di pelaminan..hoho..

Trus, pas malam Minggu kemarin, saya chatting ma temen saya (anak UI), tiba-tiba dia bilang, “pernah gak berpikir, nun jauh di luar sana, ada seorang wanita yang sedang menunggu kehadiran kita?”

Siapakah yang akan menjadi pendampingku kelak? Berbagi suka dan duka dalam menggapai ridho-Nya? Ada yang mau? Hahaha…

Posted in Aussie

Merayakan Queen’s Birthday dengan Assignment :-(

Senin, 9 Juni 2008

Kembali hari ini saya sibuk di depan U300 13 inchi saya: melanjutkan essay yang deadlinenya besok siang. Alhamdulillah selesai juga, sambil ditemani YM dan kue khas ALDI..hehe. Sengaja saya kabur ke Crawford School (the Australian National University). Maklum, jika mengerjakan tugas di rumah, hal yang terjadi malah masak-masak dan tidur-tiduran, hehe..

Namun perjuangan itu gak sia-sia..sekitar satu jam yg lalu saya kirim essay itu ke Megan Lee (main teacher saya). Ya..seperti dipostingan sebelumnya, long weekend yg berakhir hari ini saya nikmati dengan browsing data, menyarikan, dan menuangkannya dalam tulisan. Akhir long weekend ini berakhir di hari ulang tahunnya Ratu Elizabeth II. Agak aneh memang, padahal seharusnya hari ultah beliau jatuh di bulan April, entah kenapa pemerintah Aussie menunda public holiday itu. 

Anyway, saya sudah cukup puas hari ini, ditutup dengan buka puasa di Kebab Ali Baba. Dan yang paling menyenangkan, saya membawa kartu ajaib “buy one get one free”…hoho..

Allahummalakasumtu Wa bika amantu Wa alarizkika aftortu Birahmitaka ya arhamar rahimin..

Posted in Aussie

Tragedi Monas, BBM, dan Media

Lagi – lagi tanah air ramai dengan persoalan yang kerap berulang di tiap tahunnya. Setelah beberapa minggu lalu harga BBM naik, kini beralih ke isu tragedi Monas. Sebagai mahasiswa komunikasi, sudah tak asing lagi melihat fenomena tahunan ini. Pengalihan isu yang dilakukan media tentu saja memiliki beberapa alasan baik itu motif politik, ekonomi, bahkan ideologi. Berbagai kepentingan berhamburan di sana.

Nah, kali ini, Laskar Islam yg notabene di bawah koordinator FPI kena sasaran. Terlepas (saya juga gak sepakat dengan aksi kekerasan) ketidakbijakan mereka dalam bereaksi di tugu Monas minggu lalu, toh pada akhirnya, nama Islam juga yang kian terpuruk di mata internasional. Dan itu tentu saja membuat teman-teman muslim di luar negeri sedikit kerepotan. Tapi bukan itu titik tekan postingan kali ini.

Saya melihat ini adalah agenda pemerintah dan media sebagai partnernya. Isu nasional BBM yang sempat mencekik leher rakyat kini beralih ke isu kebebasan beragama. Hoho…siapakah di balik semua ini? Perhatikan saja aktor-aktor yang terlibat dalam kelompok AKKBB.

Pemerintah-pemerintah..bukannya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang mekanisme kenaikan harga BBM, eh malah mengalihkannya ke isu yg justru sedikit banyak merusak golongan lain. Wallahualam bishawab.

Posted in Aussie

Long Weekend, but I’m Like A Twit

Sabtu, 7 Juni 2008

Sabtu, Minggu, Senin. Weekend yang panjang dan tampaknya menyenangkan. Hari ini saya menghabiskan hari di kamar aja. Awalnya merencanakan hari pertama ini dengan menyelesaikan satu tugas esai. But guess! Hahaha..hanya mampu membuat satu paragraf hingga maghrib menjelang. Benar-benar malas, apalagi kalo sudah ditemenin sama blog dan YM…udah deh, lupa aja tuh dengan esai nya..wkwkwk.

Ada 4 tugas yang harus diselesaikan di Weekend ini, bener-bener weekend yang sangat tidak menyenangkan. Tapi lumayanlah, minimal kerjanya juga libur (tapi tetep aja sayang uangnya..hehehe), jadi sehari ini saya memanjakan diri. Dimulai dengan masak ayam panggang..mmmmm..yummi…siangnya makan roti panggang..plus coklat Cadburry dan pisang.

Hingga kini, esai saya gak mau juga beranjak dari paragraf pertama. :p  

Posted in Aussie

Makan Siang Bareng di Campble

Minggu, 1 Juni 2008

Terkait dengan suksesnya acara jalan santai Minggu lalu, mas Dino Kusnadi (spokeperson-nya KBRI) ngundang kita makan siang di rumahnya di Vasey Cr, Campbel, ACT. Lumayan banyak yang datang. Kita dari komunitas Petualang (juga PPIA :P), beberapa staf KBRI, Pak Dubes dan isteri, Pak Raudin, Pak Yoni dn isteri, pak Amin, dan juga empat orang peserta AIME (Australian-Indonesia Moslem Leader Exchange). Jangan ditanya apa saja menunya..hoho..ala Sunda euy…hehehe..ada es duren dan tiramisu lagi..hoho.

Oh ya, ada cerita lucu pas kita mau berangkat ke rumah beliau. Saya, mas Fauzan, dan Pak Amin, ikut di mobilnya mas Dilah. Nah, pas nyampe daerah Campble, kita lupa alamat lengkapnya rumah mas Dino (selaku tuan rumah). Ya, jadi berdasarkan ingatannya mas Fauzan aja..coz dia pernah ke sana katanya. Kita sih percaya-percaya aja secara mas Fauzan gak ada sejarah cacat dalam hal ingat mengingat alamat..haha..

Berhentilah kita di sebuah rumah di Vasey Cr no.32. Sepi banget rumahnya…garasinya aja ketutup..terus kita naik ke atas..dari jendela lebarnya gak tampak tanda-tanda kehidupan. Kayaknya ga ada orangnya deh..masa’ mau acara makan-makan kok sepi amat… (oh ya..rumahnya keren bgt!!! ada kolam dan garden di belakangnya..huhu..kita ngintip-ngintip gitu kayak orang mo maling..haha..sekitar setengah jam kita berdirigk jelas..nelpo sana sini gak ada yang ngangkat. Lalu dalam keadaan yang gak jelas itu, terjadilah percakapan ini (ngopy dari emailnya mas Dilah..tengkyu yak).

Fikrie : rumah australia bagus2 ya?
Fauzan : iya, bagus-bagus..
FikriE : rumah kayak gini, dari bata doank.. hebat ga ada lumutnya.. padahal gak pake cat
Fauzan : iya, hebat.. selain itu orang disini juga mandiri2, semua dikerjain sendiri
Fikri : iya mandiri, seandainya saja orang indonesia seperti ini, pasti tambah banyak pengangguran..
Pak Amin : bener ini ya rumahnya, ya sudah kita tunggu sebentar, barang kali orangnya masih belanja..
Fikri : sepertinya bukan ini rumahnya, karena gak ada tanda2 pernak pernik indonesia (sambil celingak celinguk dluar kaca melihat kedalam)
Fauzan : eh, ini ada bel.. pencet ah…
Fikri : gak coba di telp lagi ta? perasaan bukan ini rumahnya. masa’ mo ngadain lunch bareng sepi banget.
Fauzan : ya ini rumahnya, bener kok…
Fauzan : ya udah, saya telp Mas Fauzie lagi..kali aj diangkat…

Salah rumah!!! Cabuuuuuuuuuuuuuutttt!!!! Buat semua penumpang di mobil merah: “Makasih atas ceritanya hari ini..haha..unforgetable moment!!” (foto terkait

Posted in Aussie

The Last Day of Timo

Saturday, May 31, 2008

We had farewel party on Sat, at Ginindera Lake, Belconnen. Actually it was like special farewell party for EAP -PPP Class, but i just went there bcoz of Timo. Even though i’m not his classmate, but i knew most of those students. hoho….there was barbeque and we took some pictures and videos. Oh yeah, Mary was not there, coz she went to Sydney with her family (coz Sam would marry a girl..at least that was what i knew.. :p ).

I just knew Aimal, Genia, Mini, Timo, Chenchen, Hana, Isyad, and Eran…but others, i just knew their face..hahaha…Anyway, i was like photographer on the day..and even director for photo models. I also gave Tim a handicraft from Joga, and absolutely my business card..hahaha…i was like celebrity like yesterday with my classmate.

Afterward, we went playing basketball…hoho..it was great, because it was too long that i didn’t exercise…yeah you know…it was difficult coz my weekdays were spent for studying and working. and my weekends were also spent for gathering and sometime discussing..ugh ugh…

When the game was still going on..i went to pray Maghrib. I just prayed on the grass after taking water for wudhu’. (it’s hard to look for special place for praying..not like in Indo..hehe).

About 6 pm, I and Timo went home by Bus 300. But it would take long time for waiting for he next bus of Tim’s. So, I and Timo went to my apartement. I was burning CD blank for copying some pictures of farewell and give it to him. After 30 minutes, Timo went home for catching his bus…Bye Tim!! Wished u luck and had a great trip to Melbourne and Sydney before coming back to Swiss, i promised i’ll go to Europe one time.:-)  

Posted in Aussie

Last weekend of Togetherness of Four Nations

Thursday, 29 May 08

After last week watching “What Happen in Vegas” in Dendi Cinema in Civic, we went to the same Cinema for watching “Indiana Jones”. Me (absolutely Indo), Aimal (Afghan), Mary (Iranian), Timothee (Switzerland), and Genia (Indo) were like a big family watched together and were like…the cinema was belong to us only..because only us were laughing or chatting loudly inside the cinema. (actually it was not really loud..only Mary..hahaha..). 

Mary and me were like..really bored . We didn’t enjoy the movie, it was really bad choice…hoho..who choose this movie??!!! Hahahaha..it must be Aimal..haha..the oldest bro..Mary was right..it was better for me to work than stay there and forced my self to watch this stupid movie..hahaha… 

Anyway, it was really nice..we were together in the last time..coz Tim will be back to Swiss soon next week. So, this week is our last week. We’ll miss you Tim!! wish u’ll be a good doctor there, and then we’ll come to you for checking up our health for free..hahahaha…specially on our eyes!! 😛

Posted in Aussie

Official Program

Thursday, 29 May 08

Yesterday, I came to the ceremony of official program of UCELI and Faculty of Education of University of Canberra. It was really  nice after knowing that I and Mayumi (Japanese student) were representative of the class. Not all students were invited, so it made me like crazy..ha..ha.. (ge er amat yak!! wkwkwk).

There was refreshment provided. I just took orange juice. And most people absolutely drank wine or alcohol drinks. There were many important people inside the hall. They were Professor Carole, Cassandra Hampton, Doctor Trish, and Alison Davies. And you know, only two student’s name which were mentioned by Alison Davies. And one of them was me!! Haha..as Peace Scholar… (narsis amat..wkwkwk).

Posted in Aussie

Bad Night

Wednesday, May 28, 2008

One message delivered on my cellphone last night. O, it was my sister in Indonesia. “Bisa telepon balik?Cek ada perlu.” And then I was thinking, it must be a big problem. She never sent the message like that before.

And yeah… I had to go out for public phone which was not far from my apartment. Last night was really really cold. After an hour i was talking with her.. it was like… you know…the world was like broken. I had no idea what to do then. The news was really bad…

Oh God!! What should i do for helping my family. What should i do for making them happy!!

And then I just slept because of that sadness.

Posted in Aussie

100 Tahun Harkitnas: Jalan ke the Black Mountain Tower – Canberra

Minggu, 25 Mei 2008

Berawal dari ide, akhirnya obrolan untuk mengadakan kegiatan Jalan Santai di milis Petualang terwujud juga. Kemarin Minggu (25/05), komunitas Petualang-Canberra yang digawangi oleh mas Teddy Mantoro, PPIA-ACT yang diketuai mas Fauzie, serta pihak KBRI yang diwakili oleh mas Dino Kusnadi sukses mengadakan jalan santai bersama dari Australian National Botanical Garden ke the Black Mountain Tower – Canberra.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari seratus orang peserta yang terdiri dari mahasiswa, staf KBRI, dan seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di Canberra ini berlangsung dari pukul 08.00 s.d 13.00 siang waktu setempat. “Kegiatan ini sangat positif untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan berkontribusi terhadap semangat Harkitnas di tanah air,” ujar ibu Lastri Thayeb yang secara resmi melepas rombongan pertama sekaligus mewakili Pak Dubes, Bapak TM Hamzah Thayeb yang tengah berada di Darwin. 

Di akhir acara, Pak Yoni mendapat voucher dari Yayasan Mandalawangi sebagai peserta ke-100 yang mencapai puncak the Black Mountain, sementara Pak Amin Somad mendapat voucher karena berhasil mencapai puncak di usia yang ke tujuh puluh sekaligus yang tertua di antara semua peserta.

Posted in Aussie

Jualan Puding di Indonesia Multiculture Festival

18 Mei 2008

Hari ini (Minggu) barusan saya ikut acara Festival Budaya Indonesia yang diadakan oleh komunitas masyarakat Indonesia yg tinggal di Quenbiyan, New South Wales. Acara yg diketuain oleh mas Sandra Erawanto ini berlangsung sekitar 4 jam lebih (11am-3pm) dan penuh dengan rangkaian kegiatan menarik seperti tari-tarian tradisional Indonesia, masakan khas Indonesia, dan pajangan pernak-pernik cinderamata. Selain Pak Dubes kita, acara ini juga dihadiri oleh pemerintah lokal setempat, dan sambutannya sangat antusias.

Nah, selama acara ini, saya yg awalnya berencana jaga stand kartu telepon Mandalawangi sekaligus stand untuk Jalan Santai tgl 25 Mei nanti, malah beralih tugas menjadi pedagang Continue reading “Jualan Puding di Indonesia Multiculture Festival”

Posted in Aussie

Mimpi adalah Kenyataan Pertama

17 Mei 2008

Setelah pulang dari sebuah acara religi di kampus ANU. Saya mendapat kalimat ini: “Mimpi itu adalah kenyataan pertama. Kenyataan itu sendiri adalah kenyataan kedua. Bahkan mimpi yg rendah adalah sebuah kejahatan.”

Jadi, marilah bermimpi. Energinya luar biasa, Kata Paulo Coelho (dalam Al Kemis), ketika kita memiliki keyakinan akan mimpi, maka semua energi alam semesta akan membantu kita untuk mewujudkannya. Dan, saya mengalaminya di sini. Terimakasih Allah.

Sekarang, beberapa mimpi saya telah terwujud (walopun sebelumnya gak pernah kebayang sih, maksudnya saking gak mungkinnya, jd gak berani bermimpi..hehe ): udah ngerasain kuliah di negeri orang, bisa ngirim uang ke rumah, punya beberapa gadget, dan terakhir, bisa menghajikan ibu. Masya Allah..itu benar-benar indah, skenario Allah gak bakalan bisa kita tebak. Lalu saya Continue reading “Mimpi adalah Kenyataan Pertama”

Posted in Aussie

Haji Ibuku

“Yo mpik, udah tadi didaftarke, insya Allah 2011”. Kira-kira itulah is sms yang datang dari mbkku di Palembang. Alhamdulillah cita-citaku terkabul juga, bisa menghajikan ibu tercinta. Well, bahagianya ta k terkira hingga. Walaupun kebagian jatah 2011, saya hanya bisa berdoa semoga beliau diberi kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan rukun Islam kelima itu. Maklum, usianya saat ni saja udah 62, berarti 2011 nanti beliau akan berhaji di usia 65.

Semoga kalo saya dapat rejeki lagi, mungkin bisa menemaninya selama berhaji. Tapi untuk saat ini alokasi dana tidak memungkinkan jika saya berangkat bersamanya.

Pulang dari kerja saya hanya bisa bersyukur dan mengucap hamdallah. Cita-cita semasa kecil itu terkabul juga. Walopun ayah telah tiada, kini saya bisa membahagiakan ibu dan keluarga di rumah. Kerja keras selama di negeri orang akhirnya berbuah kenikmatan yg tiada tara. Kepuasan batin yg tidak bisa tergantikan oleh apapun. Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan kesempatanku untuk berarti..walopun saya tahu itu belum apa-apa dibandingkan kasih sayangnya sebagai ibu terhadap anaknya. Ayo berniatlah teman-teman…….Chayyooo!!!

Posted in Aussie

Hang Out Empat Bangsa

Setelah tiga bulan di sini, tampaknya kali ini merupakan keli pertamanya saya hang out bareng temen-temen kampus di Civic . Hahaha..selama ini paling-paling hang out di kampus. Di samping sayanya sendiri yg sibuk banget ya memang gak begitu intim pertemanannya.

Namun hari ini beda, sejak dua minggu yang lalu entah kenapa kita berlima semakin akrab dan asyik aja. Ada saya dan Genia dari Indonesia, Mary dari Iran, Aimal dari Afganistan, dan Timothee dari Swiss. Continue reading “Hang Out Empat Bangsa”

Posted in Aussie

Australia-Indonesia Muslim Exchange

Malam ini dapat undangan diskusi dari mas Teddy terkait kedatangan tiga tamu dari Indonesia. Mereka datang karena terpilih dalam program AIME (Australia-Indonesia Muslim Exchange ). Kebetulan yg menjadi koordinatornya adalah mas Teddy dan isterinya, mbk Media.

Ketiga tamu itu adalah mas Ai – dosen UIN Bandung (aktivis Peace Generation Bandung), mas Mico – dosen UMY, dan mas FErdi –dosen UIN Jambi.  Obrolan seputar pengalaman masing-masing tamu selama di Indonesia. Lalu kita juga share bagaimana keadaan muslim di Canberra. Nilai-nilai pluralism dan tolerance menjadi topic utama tampaknya. Bagaimana kita bisa lebih menghargai perbedaan yang melingkupi kehidupan kita. Continue reading “Australia-Indonesia Muslim Exchange”

Posted in Aussie

Petualang Kumpul

Sabtu ini menyenangkan karena kita, komunitas Petualang diundang makan siang di rumah Mbk  Yuni Ryan di Woden. Sembari makan, kita juga disuguhin tontonan film Ayat-Ayat Cinta.

Yang datang lumayan banyak, keluarga mas Teddy, Keluarga mas Taufik, keluarga mbk Lili, Keluarga mbk Lily JOgja, Mas Anton, Mas Fauzan, dan juga murid bahasa Indonesianya mbk Yuni.

Awalnya rencana nonton kali ini adalah bertangis-tangis ria menonton film ini. Tapi ya ternyata hidangan bakso sapid an ayam taliwang yg begitu menggoda.. Continue reading “Petualang Kumpul”

Posted in Aussie

Volunteer on Starlightday

3 Mei 2008

Hari ini tiba juga. Jam 10 pagi bus ACTION 300 membawa saya ke Tugeranong Hyperdome. Di sana, Jane Panders telah menunggu dengan anaknya. Ya, hari ini adalah hari kerja saya sebagai volunteer di Starlightday. Saya bekerja dengan Starlight Children Foundation untuk fund raising. Foundation ini sendiri bekerja untuk mencari dana yg nanti akan ditujukan kepada anak-anak sakit yg kekurangan biaya di seluruh Australia.

Di sana saya bekerja sendiri, walopun seharusnya ada seseorang lagi yg bertugas. No worries, saya nyantai-nyantai aja. Kerjanya Cuma duduk/berdiri di belakang meja yg di atasnya telah tersaji beberapa merchandise yg dijual kepada pengunjung mall yg lalu lalang.

Merchandise yg dijual ada keyring, pin, pawn, pen, stiker, dan macam2. Continue reading “Volunteer on Starlightday”

Posted in Aussie

Tower dan Greyhound

Episode petualangan ini akhirnya tiba juga. Setelah berkeliling ria dan makan siang di Nelayan, saya diajak Elisa menuju slaah stu geudng tertinggi di sini (bukan yg tertinggi sih). Beruntungnya, kita gak dipungut biaya tiket disini karena ternyata salah satu petugasnya adalah teman sekolah Elisa dulu..padahal Elisa juga bingung loh..iya sih iya-iya aja kepada petugas itu.

Well, kita menuju lantai 50-an something..(gak tau tepatnya..lupa merhatiin sih..hehe). Dan wow..kita bias melihat pemandangan kota yg indah sekali. Kota ini tampak benar2 cantik dengan sungai Yare yg melintasinya. Bener-bener keren…gak seperti Sydney yg sangat ramai. Suatu saat saya harus kembali lagi ke sini. Entah kapan…. I promise.

Dan dari sana, tepat pukul 5 saya dan ELisa megunjungi rumah orang tuanya Aa, Pak Herli dan bu Ita, di Notting Hill. Juga bertemu dengan adik bungsu Aad, Ahmad. Setelah solat magrib dan mencicipi mie ayam, kita langsung luncuran ke Monash University untuk sekedar ambil beberapa foto. Nah, lastly, kita balik lagi ke Chadstone tuk pamitan pulang dengan Sushi..hehe..Grent ikut mengantar bersama Elisa. tepat pukul 9 pm kita tiba di bus Greyhound. Selamat tinggal Melbourne. I’ll miss u.

Posted in Aussie

Restoran Nelayan dan National Library

Setelah berputar-putar sekira 30 menit lalu kita berhenti menuju Rstoran Nelayan. Restoran Nelayan. Yep, restoran Indonesia ini sungguh sangat terkenal bahkan di Indonesia. Jadi kalo ada mahasiswa mau kuliah di Melbourne pasti direkomndasiin untuk mampir di restoran ini. Lalu kita having lunch. Gila, isinya orang Indo semua..wkwkwk. Then, saya mesan nasi rendang plus the kotak sosro…mmmmm yummy euy!!

Setelah mengobati kekangenan dg nasi Padang saya lalu kebingunan kira2 di mana bias sholat dzhuhur. Elisa bilang coba kita Tanya di toko Asia di salah satu mall tepat di belakang restoran ini. Ternyata gak ada juga di sana. Akhirnya saya memutuskan untuk sholat di di lapangan rumput di depan National Library..wkwkwk… Continue reading “Restoran Nelayan dan National Library”

Posted in Aussie

Melbourne, I’m in Love

27 April 2008

 

Hari Minggu!! Hari kedua saya di rumah Elisa, tapi tetap saja belum bisa bersahabat dg Susie, anjing betinanya. Karena seumur hidup, saya belum pernah memeluk anjing, apalagi dijilat…so, ini membuat saya takut ketika anjingnya menggonggong melihat saya. Tapi untungnya Elisa mengerti, jadi Susie dikurung di toilet selama saya di rumahnya..hehe..maafkan saya Susie! J

Well, rencana hari ini adalah City Walk! Saya dan Elisa langsung meluncur ke City. Parkir mobil dan langsung ke Flinders Street Station menemui Ella, di tengah kota Melbourne. Wow..it was amazing sight. Saya suka dengan sungai Yare yg melintas tepat di tengah kota. Hampir seperti kota kelahiran saya Palembang. Tapi bedanya jauh bgt..mulai dari kebersihan, tata kota, jenis bangunan, dan masih banyak lagi. (Ya iyalah…jangankan Palembang, dibandingin Jakarta aja gimana gitu..wkwkwk..pisss).

Saya jatuh hati ke kota tua ini. Suasananya begitu menyenangkan dan menyejukkan. Tidak begitu sibuk seperti Sydney, tidak begitu sepi seperti Wollonggong, dan tidak begitu dingin seperti Canberra. Paduan antara komposisi bangunan, tata kota, transportasi sangat pas. Saya betul-betul menikmati kota ini…saya jadi ingat Jogja juga..suasananya persis seperti Malioboro, ada kereta antar suburb (tram) dan kereta kuda. Melbourne sangat beragam!! Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia melebur menjadi satu dg komposisi tertentu.

Continue reading “Melbourne, I’m in Love”

Posted in Aussie

Mampir ke Rumah Chris dan Dinner di Rumah Ella

Dalam perjalanan pulang yg dtemani derasnya hujan, kita bertiga mampir ke rumah Chris. Chris juga merupakan mahasiswa Monash yg Januari lalu mengikuti program yg sama dengan Elisa dan Ella di UGM. Dan kebetulan, ayahnya juga mengajar bahasa Indonesia di Melbourne.

Ngobrol-ngobrol gak jelas sekitar dua jam lebih, kita melanjutkan perjalanan ke rumah Ella. Malam ini, kita diundang makan malam ke rumahnya, karena kebetulan ayahnya adalah Chef sekaligus pengusaha catering.

Ketika diundang, saya bilang ke Ella untuk bilang ke ayahnya bahwa saya muslim, so, harus dipertimbangkan jenis makanan yg akan disajikan. Well, Alhamdulillah mereka mengerti.

Menu yg disajikan bervariasi, ada sayur tumis, ayam panggang, kambing, jamur, keju+roti, dan (ada juga) wine. Tentu saja saya gak mengonsumsi jenis minuman ini! Yang bikin special adalah, ayahnya membuat sambel ala Indonesia. Wow, it was really nice. Enak sekali.

Satu jam lebih kita makan malam dan ngobrol ringan. Ternyata, dari cara makan malam saja, kita memiliki kebudayaan yg berbeda. Dari undangan makan malam yg juga dijadikan sebagai media komunikasi antar anggota keluarga ini saya dapat melihat beberapa perbedaan yg cukup signifikan cara orangtua mendidik anaknya: sangat frontal dan terbuka…

Posted in Aussie

Melbourne: Churchill Island and Philippe Island

26 April 2008

Elisa dan Ella telah merencanakan liburan saya di sini. Hari pertama ini akan dihabiskan dengan kunjungan ke Philippe Island dan Churchill Island. Perjalanan menempuh waktu 2 jam. Kali ini Elisa yg menjadi driver ditemani Ella di sampingnya, sementara Grant tidak ikut. Dan saya sendiri duduk di belakang ditemani keranjang piknik.

Objek pertama adalah Churchill Island, yg merupakan pulau kecil yg didesain sebagai miniatur rumah tua Asutralia berikut ladang, kebun, dan binatang ternaknya sperti kuda, ayam, babi, kambing, dan domba.

Memasuki wilayah ini, kita dibawa pada abad-abad pertama Australia dihuni oleh orang-orang Inggris. Yang paling menarik adalah, lokasi objek wisata ini betul-betul ‘dihidupkan’ persis kala itu. Beberapa voluntir sengaja tinggal dan mengenakan pakaian-pakaian tradisional. Jadi, kita benar-benar dapat merasakan langsung kondisi Australia pada waktu itu.

Sekitar satu jam di sana, petualangan kita berlanjut ke Philippe Island. Pulau ini merupakan marga satwanya native animal of Australia. Kebun binatang mini ini khusus melindungi binatang-binatang asli Australia seperti Kangaroo, Koala, Possum, Wombat, Dingo, Echidna, Emu, Tazmania Devil, dan Platypus. Sebelum ke sana kita mampir dulu ke pantai…having lunch dan menikmati dinginnya angin laut selatan Australia.

Satu jam kemudian kita baru beralih ke kebun binatang. Biaya masuk objek wisata ini sebesar AU $15, dan kita hanya menghabiskan waktu kurang dari satu jam karena langit keburu hujan.