Posted in Diary

Fun Day

Today is the third day I’ve been celebrating Idul Fitri in Jogja. Initially, I could not believe that i could get through the day alone. Cooking by myself, watching, and whatever. Shadow of Yogyakarta on lebaran day which sounded horrible was not entirely correct. Indeed, centers are visited by many people. And I’m one of them :).

Yesterday, i went to Malioboro mall and the surrounding. Got city walking, shoping, and enjoying Jogja at night were really fun. It was not sad story if we do something alone. But i’ve been doing that since long time ago. I mean i usually do everything like watching movie, going to shop, or whatever alone. Because i don’t wanna make other feeling uncomfortable by let them waiting for me for long time just for buying one t-shirt. Hahaha… , it sounds weird but yeah, i have difficulty in choosing t-shirt or something. Even in the restaurant, if you guys offer me more than one type of food or something, it will take longer time for me to choose :p. Hahaha.. Continue reading “Fun Day”

Posted in Diary

Internet, Inbox, dan Sujud

Lebaran kali ini sangat spesial buat saya. Karena Ini adalah kali pertama berlebaran di Jogja sekaligus tanpa keluarga. Bahkan tanpa teman sekalipun. Tiga hari belakangan saya hanya menikmati surfing internet 24jam sehari: YM, blogwalking, FS, FaceBook, dan SEDIKIT ngulik-ngulik data skripsi. Dan saking sendirinya, saya add temen2 sebanyak2nya di FB ato FS..haha..gak penting banget. Just say hi then say IED Mubarak pada mereka-mereka itu. Kalo beruntung, dapat YM ID nya trus chatting yg gak penting. Hehe…

Dan dari kemarin SMS yg masuk bertubi-tubi..banyak buanget SMS yg menuhin inbox untuk sekedar mengucap IED Mubarak. Mulai dari nomor yg saya kenal hingga nomor-nomor gak jelas tak beridentitas.  *dan maafkan ya kalo gak dbales hiiiiii. * Maklum kalo hari-hari penting kyk lebaran ato b’day, ucapan2 dari fans berdatangan.. lol 🙂 Nah yg paling seru Continue reading “Internet, Inbox, dan Sujud”

Posted in Diary

Jogja and Loneliness

I’ve been fasting for 30 days here, in Jogja, and also for the first time since i’ve been living here in 2004. Enjoying Jogja and living in a big dormitory makes me think of something beautiful in my life. This is an exact time for contemplation and think beyond what will happen then, even at the same time i really miss my big family and friends in Palembang. And this Idul Fitri also will be my first Lebaran without my mom, sisters, and brothers. You can imagine how crowded will be in your house if u can be with 4 brothers and four sisters? It must be awesome and joyful.

I know this is my choice. And i obviously know the consequent. But loneliness doesn’t mean sadness, does it? And i’m now learning how to enjoy it and make it cheerful. By accessing the internet and blogwalking everyday, it would be worthed to change those things…hahaha…it’s like apology, huh…

Anyway, Met Ied Mubarak for you guys….wish we’ll get the next ramadhan. Minal Aidin Walfaidzin. Let bye gone be bye gone. 🙂 Continue reading “Jogja and Loneliness”

Posted in Resensi

Lintang, Mahar, dan Ikal

Nonton primier Laskar Pelangi the Movie di Jogja bareng Sultan, Andrea Hirata, Riri Riza, Mira Lesmana, dan bahkan ketiga tokoh utama (Ikal, Lintang, Mahar) merupakan kesempatan yang jarang terjadi. Pemilihan  Jogja sebagai kota pertama yg dikunjungi sang sutradara bukan tanpa alasan. Di samping masih kentalnya napas Jogja sebagai kota Pendidikan yang seirama dengan misi film ini, juga karena salah satu tokoh film – Pak Harpan- menyebut Jogja sebagai salah satu kota pendidikan yang berkarakter. Bahkan, saking menyentuhnya film ini, Sultan pun menontonnya untuk kali kedua pada hari yang sama. Dan semalam, saya pun mengikuti jejak beliau, menonton untuk yang kedua kalinya. :p
Luar Biasa! Tak berlebihan jika film ini akan mampu menggeser rating film-film box office Indonesia sebelumnya. Untuk sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel laris, sang sutradara memberikan porsi yang cukup terhadap adegan yang perlu dan yang tidak perlu ada. Tidak mudah, tapi sang sutradara sangat piawai memberikan komposisi yang pas dalam menghidupkan cerita novel tersebut.
Walaupun mendadak artis, kesepuluh anak asli Belitong tersebut sangat piawai dalam menghidupkan karakter laskar pelangi tadi. Natural, dan sangat lokal dengan aksen Belitong yang begitu kental. Wajah-wajah polos dan bersemangat menularkan sensasi yang meledak-ledak bagi siapapun yang menontonnya. Sosok Lintang yang begitu tegar dengan wajah yang tampak memikul banyak beban betul-betul berkesan bagi saya. Mahar yang sangat menghibur dengan suara emasnya. Continue reading “Lintang, Mahar, dan Ikal”
Posted in Umum

Feeling Blue

Kenyataan terpahit adalah bukan kenyataan itu sendiri, melainkan menelan pahitnya kenyataan. Bahwa semua tidak lagi pada tempatnya, tidak lagi seperti yang semestinya. Tidak lagi semanis jejak-jejak senyum yang tertoreh bahagia di sana, di tempat biasanya. Dan seperti itulah seharusnya hidup berjalan. Selalu mencari celah agar bisa keluar laiknya air.

Dan ketika itu terjadi pada diri kita, maka kualitas hidup adalah taruhannya. Bahagia atau tidak, tergantung pada perjuangan apa selanjutna, bukan perjuangan pada saat kita menghadapi kondisi tadi. Dan saat ini, saya sedang menikmati detik-detik ketidaknyamanan itu. Detik di mana semuanya seolah pergi tanpa meninggalkan cerita sedikitpun. Yang ada hanyalah remah, bukan simpul bahagia.

Kenyataan saat ini, i’m feeling so blue…

Posted in Umum

Hari ini di Bangkok, Thailand

Hari ini, 15 September, adalah hari pertamaku di Bangkok, Thailand di dua tahun yang lalu tahun 2006. Kesempatan itu merupakan pengalaman yang tak begitu mudah untuk dilupakan. Pertama, ini adalah kali pertama saya naik pesawat terbang (hehehe), kedua juga kali pertamanya ke luar negeri.

Sebetulnya bukan hari pertama juga, toh saya tiba di Bangkok tepat pukul 7 malam setelah sebelumnya berada 3 jam di pesawat Thai Airways pada 14 September 2006. Pelayanan yang sangat memuaskan dan fasilitas yang lebih dari cukup dari pramugari-pramugari yang memang cantik itu. Di pesawat, saya tidak berani membayangkan bagaimana rasanya menghirup udara di luar negeri. Bahkan yang paling konyol, detik-detik “take off” pesawat dari Jogja ke Jakarta begitu saya nikmati (maklum pengalaman pertama..hehe :P). Ada sensasi yang tak bisa saya jelaskan di sini *lebay..*.

Genap tujuh hari di sana, banyak pengalaman luar biasa yang saya alami. Pertama, saya berada di sana dalam rangka delegasi Indonesia (dari komunitas Peace Generation-Jogja) dalam International Training for Trainer for Peace Camp 2006. Continue reading “Hari ini di Bangkok, Thailand”

Posted in Umum

Happy Together

Last night is the most beautiful moment since i’ve been arriving in Jogja 1 month ago. I had breakfast with my best friends at Angga’s House. We had a lot of fun and laughs. Those things were what i really miss when i leaved Jogja for studying in Aussie. Yeah, i actually lived with 29 friends in student dormitory “PPSDMS Nurul Fikri” where most campus activist lived. Not all people came to the party, but 22-people was more than enough to make the activity crowded. It was awesome and full of fun.

We didn’t pray tarawih at Masjid because we had to watch party debate on TV One which was really interesting. There were two debaters from PKS and PDS which debate about basic or foundation of the party. Pak Sapto Waluyo from PKS looked amazing because he could answer all questions and comments confidently and ellegance. Wow..he was really calm and cool. He was like spokesperson of president or something..hehehe..(lebay..). While PDS debaters looked unprepared. Moreover, the suporters from both parties were really funny with their arguments to support their own party. Hahaha… 🙂

Anyway, last night was unforgetable moment with my old friends. Yes, it was very valuable coz i lost my last semester with them at dormitory.

Posted in Umum

Tukang Parkir yg Baik

Hari ini capek banget setelah seharian muter-muter pusat perbelanjaan Malioboro Mall, Ambarukmo Plaza, Pusat Grosir Jalan Solo, hingga Keraton alun alun utara. Ada gerangan apakah hari ini? Hahaha..saya hanya menghabiskan hari untuk hunting sepatu kulit. Bukan apa-apa atao bagaimana, kesulitan mencari benda warna hitam itu tak lain karena sulitnya mencari ukuran 39. *maklum body imut 😛 *

Keluar masuk di toko-toko sepatu dari toko-toko pinggiran sepanjang Malioboro hingga mall di Jalan Solo tak ada satupun yg pas. Edward Forrer, Bucherri, Guess, hingga toko-toko yg gak kukenal sama sekali dijambangi. Bahkan saking frustasinya, saya mau mesan segala. Tapi kata mbknya, “wah maaf mas…gak bisa…kecuali pesannya partai besar.” Dan batinku, “emng gw pedagang mbk.. 😦 “.

Nah, di tengah jalan sebelum saya ke Ambarukmo Plaza, saya ambil motor di parkiran di Malioboro. Sampe sana saya bingung dan cemas karena kunci motor saya hilang. Kontan saya menuju tempat di mana motor saya parkir, dan alhamdulillah motornya masih ada. Sekitar 5 menit bongkar2 tas akhirnya saya menyerah dan bertanya ke tukang parkir, “mas, kunci saya hilang.” Tanpa basa-basi, si tukang parkir itu langsung memberikan kunci motorkku yang memang tertinggal ketika saya membuka jok motor untuk mengunci helm. “Ugh…wah..makasih banget pak!!!! makasih..makasih..!!”

Wah, senengnya bukan maen hari ini. Ternyata masih ada orang baik di dunia ini. Hehehe..lebay banget yak.. 🙂 🙂 🙂 By the way, finally saya menemukan sepatu yg cocok di bilangan Jalan Solo. Ukuran 39 dan tinggi hak yg cukup membuat badan sedikit semampai. Hehehe…alhamdulillah.

Posted in Komunikasi

Final Thesis

Finally, i got it yesterday. After reading several books and exploring various topics regarding my plan to write thesis, i finally got the title.

Actually, i’ve already submitted my topic on August 2007 entitled “Communication strategies of NGO American Friend Service Committee in Delivering Peace Values to Jogja Society.” Wew..it was a year ago. Yeah, for 6 months (August-Dec 2007) i did nothing for that title. I lost my feeling to write, while i was working as part time Tour Leader at one of Travel Agent in Jogja. So i went around Bali, Jogja, Jakarta, and surrounds for the second semester last year. I definitely got the joy and money.

Then, after that, i got the scholarship for studying overseas in Canberra, Australia for 6 months as well (Feb-July 2008). Perfectly, I haven’t been studying for 1 year. Hahaha… it was awesome!!! 😛

Now I have to start again. I have to collect much energy to begin writing the thesis. It is the third title. Actually i have many choices, but yeah.. i loss my idealism to write the best thing i can. C’mon guys…now is my fifth year..haha… thus, i’m now pragmatist as student. I will write anything which can encourage me to graduate as soon as possible.

Now, I’m going to write about Public Relations Activities in Fund raising at Non-Government Organization. It’s such a case study. Huh…. wish me luck guys!!! 🙂

Bismillah.

Posted in Umum

Get Interview

Guys…

Today i’m gonna get interview regarding my plan to work at one of online newspaper in Jogja. Actually it’s not online newspaper, but a bit like web portal: ****k.com

if i get the job, i dunno what i should do with my thesis, wallahua’lam…hehehe 😛

wish me luck guys!!!!

Bismillah 🙂

Posted in Komunikasi

Skripsi

Maafkan saya sodara-sodara…

Udah hampir sebulan blog ini gak dijamah..hiks hiks…

Sepulang dari Aussie pikiranku langsung dipaksa alihkan dg topik skripsi yg harus segera selesai…

I’m gonna write about movie…

Jika ada sodara-sodara yg punya buku2 ato referensi pliiiiiiiiiizzzz let me know.. 🙂

Analisis Wacana dan Analisis Semiotik…

Posted in Aussie

Detik-Detik Kepulangan

Tepat jam 10 am saya diantar oleh Pak Abrar dan Mas Lukman ke Canberra Airport. Check in sebentar di International Flight Desk sekalian masukin dua koper totalnya 27 kg itu. Awalnya agak ragu untuk maksain kelebihan 2 kg tersebut (maksimal 25 kg), baggage excess lumayan mahal sekitar 24 dollar/kg (AU $1 = Rp 8700). Tapi ternyata koper saya lewat juga *hehe*. Agak nyesek juga sih, kenapa juga nggak sekalian aja mindahin 3 kg dari 10 kg barang2 yg ada di tas laptop saya (luggage yg buat di kabin), biar baggage nya tadi genap 30 kg, hehe *dikasih hati mintanya jantung wkwkwk*. Bayangin aja, bawa tas jinjing 10 kg sampe lari-lari *beratnyoooo*

Baggage lancar tetapi tiket saya bermasalah, sementara waktu menunjukkan pukul 10:45 pm (15 menit lagi saya harus check in). Saya gak membawa Printed E-Ticket yg diminta oleh petugas yg ada di meja Quick-Check. *Oh my God!! Wut de hell* Saya hanya membawa Printed E-Ticket yg lama di mana tertera keberangkatan pulang itu pada 6 Juli lalu, sementara printed E-Ticket yg diminta harus yg baru yg menyatakan bahwa keberangkatan saya ditunda sampai pada 28 Juli ini. Saya hanya membawa printed itinerary yg hanya berisi jadwal keberangkatan saja. *gila men…mana gw tau kaleee *

“I’m sorry sir, there’s Continue reading “Detik-Detik Kepulangan”

Posted in Aussie

The Last Couple Days in Canberra

July 29, 2008

Well, when I wrote this article I’ve just woken up on my friend’s bed at Pondok Gede, Cibubur, Jakarta.*Indonesiaaaaa I’m comiiiiiiiiiiiinggggggggggg.!!! 🙂 🙂 🙂

Then I am not gonna write how nice my trip from Canberra-Sydney-Jakarta was (I’ll tell you then in bahasa Indonesia in order to make it more impressive and horror), but I’ll write about all of my last activities which I did before I leaved Canberra yesterday (hiks hiks…:( ).

Firstly, close my bank account: Wait, I didn’t do it. Something easy which I’ll do is asking my friend to close the bank account whenever and wherever I want to. Well, it’s good idea, because I can save dollars…hehehe. Then, if I want to withdraw my money, it will convert to Rupiah automatically in ATM which has a particular sign. I didn’t send all of the money to my Indonesia bank account cuz I’m still waiting for my tax refund. Anyway, I’ll ask my friend to do that on September, I guess. Continue reading “The Last Couple Days in Canberra”

Posted in Aussie

Oltahnya Orang Ostrali

Rabu, 23 Juli 2008

Semalam (22/07) saya dan beberapa rekan UC diundang Citra dalam rangka ultahnya yang ke-21 tahun. Kita rame-rame nyambangin Sanur Restaurant di dekat Lake Gininderra, Belconnen. Ada Citra, Hanum, Anika, Windu, Dillah, Fauzan, Ismail, dan Rifki. Restoran Indonesia ini menyajikan masakan khas Indonesia dengan suasana Bali yang eksotis itu, nggak hanya masakan Bali tapi juga Padang. Dan ‘syukuran’ kali ini, kita pesan menu spesial “Touch of Lombok”.

Sekira 15 menit lewat, hidangan pembuka datang: spring roll isi ikan dan sate ayam. *beuh…, maknyuuuss*, 15 menit berikutnya, makanan utama satu persatu memenuhi meja kami: nasi putih tiga bakul, rendang (beef) dua mangkuk, ayam goreng khas Bali dua piring besar, kangkung, cumi-cumi, bakmi Jakarta, dan (bahkan) gado-gado. *wah gilaaa…banyak amat, horeee..horeeee.. 🙂 *

Untuk menghabiskan makanan sebanyak itu, kita butuh obrolan berkali-kali…di tengah asyik-asyiknya menyantap hidangan, eh si Windu cerita ttg kesurupan yg terjadi di rumahnya Pak Dubes. *gila…di luar negeri juga ada hantunya…dan ternyata bener loh…bahkan pernah hantunya itu bule..wkwkwk..* Nah, di akhir hidangan, anak-anak ngasih kejutan buat Citra dengan Black Forest yg super yummi itu..mmmmm..*karena dah kekenyangan jadi gak terlalu lahap makan kue ini..hehehe*

Biar udah lama tinggal di Ostrali, Continue reading “Oltahnya Orang Ostrali”

Posted in Aussie

Angelina Jolie, Kate Holmes, and Nicole Kidman

Monday, Juli 21, 2008

Hang on… the title above doesn’t reflect what i will write then. I’m not infotainment journalist or paparazzi who always becomes celebrities’ shadow. *cuz i’m the celebrity itself, hallaa…. 🙂 *

Well, what i’m gonna tell you is the headline of the magazines which i and most Australian people read is always same topic all of the time (i mean those infotainment magazines). Since the first time i arrived and till now, there have been three big names which always been exposed by those magazines. They are Angelina Jolie with her children (Maddox, Pax, Zahara, Shiloh, and the latest birth the twin: Knox Leon and Vivienne Marcheline), Kate Holmes with her hubby Tom Cruise and daughter Suri, and the golden star Nicole Kidman with her husband Keith Urban.

Those actresses are like main source which never end to discuss. In the same week, most infotainment magazines such as Women Weekly, WHO, People, which has different genre, expose them with the crazy same thing, the angle of the news is all around that even the angle of the pictures..always and always.. Continue reading “Angelina Jolie, Kate Holmes, and Nicole Kidman”

Posted in Aussie

Kondom buat Maba

Sabtu, 19 Juli 2008

Berbeda dengan kampus-kampus di Indonesia, penerimaan mahasiswa baru di University of Canberra berlangsung tiap semester *bener gak sih..ya seenggaknya klo di UGM setahun sekali 🙂 *. Otomatis, O-Week (orientation week)-nya pun berlansung di tiap awal semester itu. Nah, event yg berlangsung 16-20 Juli inilah yg kemudian menjadi ajang menarik nggak hanya bagi mahasiswa baru tetapi juga mahasiswa lama.

Hampir sama dengan kebanyakan kampus di Indonesia, berbagai kegiatan pun diadakan, mulai dari Live Band, pameran kegiatan-kegiatan mahasiswa, komunitas, organisasi, maupun atraksi seni. Dan tak lupa, di ajang ini, biasanya barang-barang gratisan banyak dibagikan misalnya kaos, tas, coklat, pin, poster, buku, dll… (makanya O-Week ini juga menarik bagi mahasiswa lama-termasuk saya..wkwkwk :p). Namun, O-Week di Winter yg dingin ini nggak semeriah O-Week summer semester lalu. Nah, salah satu barang yg selalu gak absen untuk dibagikan secara gratis itu adalah kondom *nah loh… :)*. Continue reading “Kondom buat Maba”

Posted in Aussie

UC Farewell and Welcoming Party

Friday, July 18, 2008

Regarding student graduation of University of Canberra (UC), UCISS (University of Canberra Indonesian Student Society) held a farewell party at International House Hall on last Monday (13/07). There were 9 students who had graduated and  several new students who would begin studying at UC.

In this party, The Ambassador of Indonesia was represented by spokesperson, Dino Kusnadi, gave a piece of advice to the students who would go back to Indonesia in order to apply properly what they had obtained here. Besides that, president of UCISS 2007-2008, Fauzan, who had graduated from Faculty of Social Science majoring Public Administration was also changed by new president, Ismail Sulaiman, who studied at Department of Communication and International Studies.

At the end of the party, there were some Indonesian food provided. This was the thing which was waited for long time by the students..hehehe..(hallaaa..  straight news kok malah ngomens..wkwkwk 🙂 ). *mode ERROR on*

Posted in Aussie

Lenyap Terbakar

*Dalam suasana kerja semalam tiba-tiba satu sms masuk…*
“Kie, barang-barang kita hancur, diminta malam ini tuk estimasi nilai kerugiannya”
*kaki saya lemas, menarik napas dalam-dalam, lalu mengucap Innalillahi…*

Mental untuk menerima bahwa salah satu barang yg hancur dalam kecelakaan mobil kemarin adalah barang saya sudah saya siapkan sejak pertama mendengar kabar itu. Mobil yang rencananya membawa barang-barang mahasiswa Indonesia yg mau pulang ke tanah air itu terguling dan terbakar di highway dalam perjalanan Canberra-Sydney sebelum dipindahkan ke pesawat.

Saya masih beruntung, kerugian dua kotak barang yg saya kirim dalam ekspedisi itu gak sebanding dengan puluhan kotak barang mahasiswa lain yg sudah tinggal di Canberra selama 2 atau 4 tahun lebih (bagi mahasiswa Ph.D dan master). Mereka yg mengirim barangnya dengan tujuan (transit) Jogja dan Malang harus ikhlas menerima kabar pahit ini. Continue reading “Lenyap Terbakar”

Posted in Aussie

Tragedy

After 3 days i was offline and far away from my lovely blog (*horeeee :P), and then i’m cominggggg!!! I really miss u guys..i’m so sorry for postphoning reply ur comments. *hehehe..ampyunn* Now, i’m gonna tell you what i experienced on last two days.

Regarding graduation of Indonesian students at UC and ANU on this semester (including me, off course!!), many of us sent some stuffs and goods to Indonesia (Jakarta, Jogja, and Malang: these three destinations actually consisted of many more destinitions such as Aceh, Sulawesi, Semarang, etc — just for making it easier to organize).

Well, it looked so good in preparing many things such as coding, packaging, labelling, etc. All participants in this process just followed what commitee wanted (the committe was also Indonesian student). Like last year, we used MTC to send those stuffs to our hometown. We believed them as well as last year. But…yesteday, the horrible things began…. Continue reading “Tragedy”

Posted in Aussie

Jooog..jaaa..kar..ta..

Rabu, 9 Juli 2008

Tiap bulan Juli-Oktober, pemerintah Australia melayani pengurusan Tax Return bagi para wajib pajak. Nah apa sih tax return itu? Setelah baca-baca Tax-Pack 2008, baru deh saya ngerti kalo tax return itu pajak yg dikembalikan lagi kepada wajib pajak dikarenakan penghasilannya kurang dari AU $25.000/tahun (ato kurang dari 18juta rupiah/bulan). *bisa dibilang kaum dhuafahnya Aussie..wkwkkw..dhuafa nya aja segitu penghasilannya..guilee..*

Nah, secara saya juga termasuk kaum dhuafa di sana..*wkwkwk*..mulailah saya bergerilya melakukan pengurusan tax return ini di kantor pajak Aussie yg berlokasi di Civic. Setelah berkeliling sekira setengah jam (maklum kantornya ada tiga di lokasi yg berdekatan…jd agak kyk org bego gt..wkwkkwk), barulah saya nemu ATO Access yg bangunannya gak jauh dari Canberra Center. Begitu masuk, saya langsung mengambil formulirnya dan menyapa salah satu staf yg ada di sana.

“Gudday mate, could u plizz help me how to claim my tax return?”

trus dia jawab, “sure…mmm what are you now?” Continue reading “Jooog..jaaa..kar..ta..”

Posted in Aussie

Lost in Turner

Monday, July 7, 2008

Regarding my rent flat peiod will end this week, yesterday i asked Windu to help me transporting my stuff to Pak Amin’s Flat in Turner. However, before we drove our car toward Pak Amin’s Flat, we went to O’Malley first for taking some pictures of the Atase of Education’s house (cuz Windu was asked to take those pictures for Indonesian Embassy). Then we entered the big house like stealer…the house was really big and it scared us cuz nobody was there for long time.

Anyway, the house was like a ghost house. Every single room was empty and looked tidy..but still, it scared us Continue reading “Lost in Turner”

Posted in Aussie

National Museum of Australia

Sabtu, 5 Juli 2008

Menyambung postingan kemarin, saya jadi ingat kalo Kamis lalu sebelum the last ceremony kemarin, kita mengadakan escursion ke National Museum of Australia. Sejak awal tiba di Canberra 21 Minggu lalu, museum ini merupakan tempat yg membuat saya sangat penasaran. Bentuk bangunannya yg sophisticated dan atraktif membuat mereka yg pertama kali melihat pasti langsung ingin masuk ke dalamnya. Ukuran bangunan yg sangat spektakuler, berlokasi di tepi Lake Burley Griffin, warna yg sangat mentereng, dan bentuk yg unik sangat mencuri perhatian pengunjung yg melintasi jembatan di atas danau itu.

Ketika masuk, kita akan dipayungi dengan langit-langit yang terbentuk dari susunan kubah-kubah putih. Sebelum masuk lebih jauh dan menikmati berbagai koleksi yg ada, kita dibawa ke dalam Circo. Continue reading “National Museum of Australia”

Posted in Aussie

20 Weeks Ago

Friday, July 4, 2008

Alhamdulillah. I just said that when i was receiving my certificate of my intensive english course at the University of Canberra. It was really funtastic that i could pass many things in the class with the good result. I graduated from that 20-week course!! *Thanx to Allah :)*

My name was mentioned by Alison Davies (the director of UCELI-UC) when She was standing on the stage and delivering a speech. Hohoho… As the Peace Scholar, i proudly represented Indonesian student in this program (The Peace Scholarship Program 2008). We could share many things such as cultures, languages, and values with 9 different countries.

When the program was taking place, suddenly, Roger came to us. Wow!! It was really nice, because we never saw him for more than three months (yeah, Roger used to be our first teacher before Megan, and he told me that he was going to Darwin and Perth for last holiday). In the last session, we, students of EAP Purple Class, performed a rock and roll dance (Dancing in the Street by Mc. Zagger and David Bowie). Uhmm..it was awesome!! Everybody waggled and shook themselves..gegegge 😛 🙂 :8

And now, i just wanna spend my last three weeks for working and enjoying Canberra (*oh GOsshhh Winter, mate!! what will i enjoy?? 😦 ). Hopefully, everything would run well.

Posted in Aussie

Ritual Pecah Telok: Lulus!! :)

Jumat, 4 Juli 2008

Alhamdulillah..lulus juga bergabung dengan komunitas Blogger Palembang (Wong Kito). Ritual Pecah Telok sudah berhasil dilakukan dengan lebih dari 50 reply (*tengkyu sob for replying my posting*). Menjadi bagian dari putra daerah merupakan bagian dari hal yang membanggakan. Why? Cuz it’s long time i was like really far apart from Palembang and dunno much info bout it Hopefully it would be a bridge which links me to it. Anyway..tengkyu buat temen-temen di Palembang sana.

Ngomong2 tentang milis ini, saya sempat terkesan, karena baru kali ini nemuin komunitas yg aneh bin ajaib :). Hahaha..karena komunitas ini sangat eksklusif dalam hal keanggotaan dengan syarat Pecah Telok tadi. Namun, ekslusivitas di sini gak meaning negatif, tapi justru sangat positif. Keeksklusifan yg dibangun itu justru memaksa mereka yg ingin bergabung untuk menelanjangi diri dari individualisme, egoisme, dan bahkan eksklusivisme si calon anggota tadi dan melebur bersama rekan-rekan anggota di dalamnya. Untuk diapakan??? Gabung aja deh..hahaha..

Continue reading “Ritual Pecah Telok: Lulus!! :)”

Posted in Aussie

Mecahin Telok Wong Plembang

Rabu, 2 Juli 2007

Sengaja judul di atas dibuat dalam versi Palembang, biar attract teman-teman dari Palembang. *Huhu..* Anyway, posting ini terkait dengan afiliasi saya di milis wong kito (milis wong Palembang). 

Sebenarnya udah lama saya bergabung di milis ini sekira lebih dari 6 bulan yg lalu. Tapi keanggotaan saya di millis ini hanya sekedar pembaca pasif. Dan saking aktifnya milis ini, inbox di email saya sampe bengkak..hehe..saking penasarannya saya amati aja obrolan-obrolan khas Palembang yg membuat saya semakin kangen kampung halaman itu. Hu..cara menyapa (bekelakar men ji wong plembang :)), ngatain orang , dan fiuhhh..haha..seru aja kalo udah ngobrol, udah kayak mo berantem aja..huehuehehe..

Tapi justru disitulah values yg saya rasakan dari kecil hingga kini. Walopun dah lama di rantau, saya rasa desiminasi kultur Melayu yg begitu kental mengakar dari bapak dan ibu yg asli Palembang itu tak akan mudah luntur (ya iyalah…ngomong ‘R’ be masih bederot..wkwkwk :).

Salam,

Kgs. Muhammad Solihin Fikri 

 

Posted in Aussie

Hari ini di 2 Tahun yg Lalu

Rabu, 2 Juli 2008

Tepat malam ini, ingatan saya melayang jauh ke dua tahun yang lalu pada 2 Juli 2006 di Gelanggang Mahasiswa UGM. Malam itu begitu sakral dan begitu dinanti-nantikan sejak kali pertama di tahun 2004 menjadi anggota di sana (anggota apa coba ??? 🙂 ). Sekira pukul 10pm, dua cikal kembar itu melekat di kedua pundak saya, ya..saya, waktu itu, dilantik menjadi Pramuka Pandega, setelah sebelumnya, juga dua tahun, menjadi calon Pandega. Dan beberapa bulan setelah itu tepatnya tanggal 16 Desember 2006, saya dilantik menjadi ketua Racana Gadjah Mada (ketua Pramuka putra UGM). 

Mungkin agak aneh jika mendengar ada mahasiswa yg masih ber-Pramuka. Hohoho, walopun ada yg bilang cupu, anak kecil, hare gene?, ato beberapa stereotype lainnya ttg Pramuka (kayak tepuk tangan dan nyanyi2), saya dan beberapa teman, toh, tetap aja merasakan Continue reading “Hari ini di 2 Tahun yg Lalu”

Posted in Aussie

Lecture in the Canberra Mosque

Monday, Jun 30, 208

Last night i and my friends went to the Canberra Mosque at Yaralumla by car (yes, cuz in the evening of weekend, we couldn’t catch the bus). There was a lecture given by Syeich Yusuf Estes from US regarding his experiences becoming a pastor in the past. He was really nice and great. His attendance in Canberra was a part of his Dakwah around the world (before attending here, he had been in Melbourne Uni). The way he spoke last night was really interesting, and i just knew that he used to be a christian pastor who usually gave a joke or humor sense (but still make sense) while delivering a lecture (it was different from Catholic Church), ya..a little bit like Zainudin MZ…but that was the exact method to persuade people who was non-moslem.

Amazingly, after the lecture finished about 8pm, there was an australian woman turned into moslem. And suddenly the arab guy yelled, Continue reading “Lecture in the Canberra Mosque”

Posted in Aussie

Meminang Perempuanku

Sabtu, 28 Juni 2008

Jangan kaget sodara-sodara, apalagi sampe ngucek2 muka gak percaya gitu, apalagi ampe bela-belain bunuh diri..halllaaa.. Saya posting sebuah surat dari seorang lelaki yg meminang seorang perempuan (saya copy dari blog sahabat saya Indah Mastuti :)). Surat ini benar-benar menginspirasi…

Kepada YTH

Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya

Di tempat

 

Assalamu’alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

  Continue reading “Meminang Perempuanku”

Posted in Aussie

Made in Indonesia

Minggu, 28 Juni 2008

Karena gak jadi ikut trip ke Snowy Mountain, weekend kali ini diisi dg shoping di Canberra Center. Sebetulnya gak direncanain sih (haha..seperti kebiasaan di Jogja, niatnya sih mo nganterin temen belanja, eh malah saya yang paling banyak belanjaannya..huahaha..dasar 🙂 ), tapi berhubung gak ada kerjaan, saia langkahkan saja kaki ini ke shoping center itu…lagian, jaraknya juga paling 500 meter. Asyik sekaligus musibah..keuangan jadi gak terkontrol karena saking dekatnya dg nikmatnya dunia…huehue :).

Saya dan teman saya ke Top Bargain, semacam toko kelontongan yg berisi lengkap produk “apa aja” made in China. Mulai dari gunting kuku, tang, toples, kuncir rambut, hingga jaket winter tuk anjing (saking aneh2nya barang di sini..). Saya hanya beli kunci gembok tuk persediaan koper tuk pulang nanti. Kunci gembok ini paketan (satu paket berisi 3 buah dengan ukuran yg berbeda) dengan harga AU $4 (kurang lbh 35ribu), padahal saya butuh cuma satu aja…dasar Chi*** Continue reading “Made in Indonesia”